LaporCovid-19 Terima Aduan 18 Kasus Vaksinasi Booster untuk Selain Nakes

limapagi.id | Nasional | Published at 13/09/2021 00:05
LaporCovid-19 Terima Aduan 18 Kasus Vaksinasi Booster untuk Selain Nakes

LIMAPAGI - LaporCovid-19 telah menerima aduan terkait 18 kasus penyuntikkan vaksin Covid-19 dosis ketiga (booster) yang ditujukan bukan untuk para tenaga kesehatan (nakes) sepanjang Agustus 2021. Hal itu disampaikan anggota LaporCovid-19 Hana Syakira.

Kami menerina 28 laporan tentang penyalahgunaan vaksin Covid-19 pada Agustus ini. 18 di antaranya mengenai penyalahgunaan vaksin booster, kata Hana dalam jumpa pers secara virtual pada Minggu 12 September 2021.

Hana menjelaskan sebaran wilayah penyelenggara vaksin booster berdasarkan 18 laporan selama Agustus 2021. Contohnya DKI Jakarta sebanyak tujuh laporan, Jawa Timur empat laporan, dan Banten dua laporan.

Kami juga mendapatkan laporan melalui pesan WhatsApp. Ada undangan vaksin booster untuk non-nakes yang berlangsung di salah satu gedung kawasan Jakarta, ujarnya.

Selain itu, dia memaparkan bahwa LaporCovid-19 menerima pula masalah pungutan liar bagi warga yang ingin memeroleh vaksin. Kemudian juga ada persoalan jual beli sertifikat vaksin Covid-19 palsu, hingga terkait insentif nakes, bantuan sosial, dan layanan 3T.

Adanya warga yang diminta untuk membayar vaksin, bahkan pemberian vaksin kepada aktor non-nakes, menunjukan tindakan korupsi di lapangan, tandas Hana.

Sementara itu, disampaikan pula tentang aduan kejadian ikutan pasca munisasi (KIPI). Ia mengungkapkan bahwa LaporCovid-19 telah menerima 51 laporan.

Kami menerima 51 laporan KIPI. Paling banyak terdampak untuk usia 20-29 tahun, dan terbanyak karena vaksin AstraZeneca, tutur dia

Artikel Asli