Surat yang Dibaca Saat Sholat Setelah Tawaf

republika | Nasional | Published at 09/09/2021 14:14
Surat yang Dibaca Saat Sholat Setelah Tawaf

IHRAM.CO.ID,JAKARTA--Ada beberapa doa dalam Alquran direkomendasikan untuk dibaca saat sholat setelah mengerjakan Thawaf. Menurut Dr Thariq As-Suwaidan ada dua surat yang baik untuk dibaca saat sholat sunnah setelah Tawaf.

"Surat yang dibaca dalam sholat sunnah setelah Tawaf ini dinamakan surat pemurnian. Yaitu memurnikan keesaan Allah SWT," tulis Dr Thariq As-Suwaidan dalam bukunya Misteri Haji dan Umrah.

Pada rakaat pertama yang dibaca yaitu surat Al-Kafirun, menyatakan perpisahan total dari orang-orang kafir dari segala sisi, tingkah laku dan akhlak mereka. Sesungguhnya seorang muslim harus taat berlepas diri dari segala yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya serta memerangi pola pikir mereka dan para pendukungnya.

"Perangi mereka walaupun hanya seorang diri," katanya.

Sedangkan surat yang kedua yaitu surat al-ikhlas, memuat pemurnian diri dari segala prinsip, pemikiran dan keyakinan yang tidak berasal dari Allah SWT. Segala sesuatu yang tidak berasal dari Allah SWT pastilah memiliki kekurangan, kelemahan dan dipenuhi oleh hawa nafsu.

"Sementara tatanan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad dari Tuhannya sangat sempurna, dan relevan untuk segala dan tempat serta terbebas dari segala kekurangan dan berurutan hawa nafsu," katanya.

Karena itu, maka lakukanlah sholat di belakang maqam Ibrahim jika memungkinkan dengan tanpa menyakiti orang lain. Jika tidak memungkinkan maka lakukan sholat di tempat lainnya selama masih berada di dalam Masjidil Haram.

"Inilah wujud keterikatan batin dengan nabi Ibrahim," katanya.

Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan pemurnian, keikhlasan, dan sikap nerserah diri kepada Allah Tuhan semesta alam. Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 131 yang artinya.

"Ketika Tuhanmu berfirman kepadanya, "tunduk patuh lah!" brahim menjawab Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam."

Dalam ayat yang lain Surat Ali Imran ayat 67 Allah berfirman.

"Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."

Allah telah memerintahkan nabi Ibrahim untuk membangun Ka'bah, lalu dia pun membangunnya. Kemudian Allah memerintahkannya untuk berthawaf dia pun Thawaf. Kemudian Allah memerintahkannya untuk salat di maqamnya (makam Ibrahim adalah tempat dia berdiri saat membangun Ka'bah), maka dia pun sholat di sana.

Selanjutnya Allah memberikan perintah lagi, dan memberikan perintah selanjutnya. Nabi Ibrahim menyambut semua perintah itu dengan ikhlas dan melaksanakannya dengan baik.

"Karena itulah, maka sudah semestinya kita meneladani dan mengikuti sikap Nabi Ibrahim," katanya. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikutinya dan Nabi ini, beserta orang-orang yang beriman, dan Allah adalah pelindung semua orang-orang beriman."

Artikel Asli