Deklarasi FPI Baru di Bandung Barat Picu Kerumunan, Aziz Yanuar Singgung Kasus Jokowi

jatimtimes.com | Nasional | Published at 09/09/2021 14:05
Deklarasi FPI Baru di Bandung Barat Picu Kerumunan, Aziz Yanuar Singgung Kasus Jokowi

JATIMTIMES - Front Persaudaraan Islam (FPI) telah menggelar kegiatan deklarasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Minggu (5/9/2021)lalu. Deklarasi tersebut lantas memicu kerumunan para pengikut FPI baru ini.

Kegiatan tersebut direkam dalam sebuah video dokumentasi dan tersebar di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak puluhan orang berkumpul di dalam sebuah ruangan dan menyuarakan deklarasi organisasi masyarakat (Ormas) keagamaan tersebut menggunakan pengeras suara yang dengan dipandu oleh seseorang.

"Deklarasi Front Persaudaraan Islam se-Jawa Barat," ucap seseorang yang menggunakan pengeras suara sebagaimana terdengar dalam rekaman video yang dikutip, Kamis (9/9/2021).

Dalam rekaman tersebut, terdengar pula bahwa deklarasi itu dilakukan sebagai bentuk pendirian organisasi sebagai kendaraan baru bagi perjuangan umat Islam di Jawa Barat.

Pemandu mengklaim, terdapat 27 pengurus yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPI yang tergabung dalam deklarasi tersebut. Selain itu, kata dia, turut serta juga sejumlah ulama, habib dan aktivis di Jawa Barat.

"Untuk membela agama bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia dengan nama Front Persaudaraan Islam Jawa Barat dengan lambang dan ketentuan yang akan diberitahukan kemudian," tambahnya dalam deklarasi itu.

Kegiatan deklarasi itu dibenarkan oleh anggota Tim Advokasi Front Persaudaraan Islam yang juga mantan Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) FPI, Aziz Yanuar. Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu tidak hanya dilakukan di Kabupaten Bandung Barat.

Sayangnya, Aziz belum memberi rincian lebih lanjut dimana daerah-daerah yang sudah melakukan deklarasi pendirian FPI baru itu.

"Itu acara konsolidasi dan akhirnya ada deklarasi. Di daerah lain juga ada," ucap Aziz Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, kegiatan itu adalah hal yang lumrah untuk dilakukan seperti kelompok-kelompok lain. Ia mengingatkan bahwa kegiatan itu juga telah dilindungi oleh Undang-undang.

"Sama saja seperti acara kopdar club motor atau club mobil. Jadi acara biasa kumpul dan membicarakan masalah keumatan yang di mana ini dilindungi UU di alam demokrasi," lanjutnya.

Merujuk pada rekaman video yang beredar, tampak puluhan orang yang kompak mengenakan peci warna putih itu berkerumun dan saling berdekat-dekatan tanpa menjaga jarak. Mereka juga terlihat tidak memakai masker yang merupakan salah satu protokol dalam masa pandemi Covid-19.

Setelah selesai membacakan deklarasi, umat yang berada dalam ruangan itu lalu menyerukan pekik takbir secara beriringan.

Aziz mengaku tidak bisa berkomentar banyak terkait penerapan prokes dalam kegiatan deklarasi tersebut. Ia mengaku tidak turut hadir di lokasi.

Hanya saja, ia membandingkan kerumunan itu dengan sejumlah kegiatan-kegiatan yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga menimbulkan kerumunan.

"Itu juga kerumunan, enggak jaga jarak dan enggak pakai masker, bang. Enggak masalah juga," tandasnya, sambil melampirkan tautan pemberitaan terkait kegiatan Presiden.

Untuk diketahui, Front Persaudaraan Islam merupakan ormas baru yang diisi oleh sejumlah eks petinggi ormas Front Pembela Islam (FPI). Kelompok tersebut, sebelumnya telah dibubarkan pemerintah RI pada akhir Desember 2020 lalu.

Pemerintah menetapkan organisasi FPI besutan Muhammad Rizieq Shihab itu sebagai organisasi terlarang. Diketahui, sejumlah kunker Presiden memicu kerumunan massa akibat pembagian paket sembako hingga kaus. Pihak Istana mengklaim hal itu terjadi karena karisma dari Jokowi.

Artikel Asli