LBH Jakarta Desak Pengusutan Sebab Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 13:30
LBH Jakarta Desak Pengusutan Sebab Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang

LIMAPAGI Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mendesak pengusutan terhadap kebakaran maut yang menewaskan 44 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, Rabu, 8 September 2021.

Proses penyelidikan dan penyidikan insiden kebakaran tersebut, kata pihak LBH Jakarta harus transparan dan akuntabel.

"Untuk menentukan ada tidaknya unsur kelalaian (culpabilitas) dan atau kesengajaan dalam peristiwa kebakaran lapas tersebut, ujar pihak LBH Jakarta, dalam keterangan pers, Kamis, 9 September 2021.

Jika ditemukan ada unsur kelalaian atau kesengajaan di Lapas Kelas 1 Tangerang itu, pihaknya menuntut agar pelaku mendapatkan hukuman pidana berdasarkan Pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurut LBH Jakarta keluarga korban juga bisa menggungat pelaku dengan Pasal 1366 KUHPerdata dan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Perma) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyelesaian Sengketa Tindakan Pemerintahan dan Kewenangan Mengadili Perbuatan melanggar Hukum oleh Badan/Pejabat Pemerintahan (Onrechtmatige Overheidsdaad).

Selain itu, LBH Jakarta mendorong pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melakukan evaluasi terhadap kerja Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan pihak Lapas Kelas I Tangerang.

Kemenkumham juga mesti melakukan evaluasi secara keseluruhan kondisi Lapas dan Rutan secara berkala, serta menjamin bahwa tragedi seperti ini tidak terulang kembali, katanya.

Tak sampai di situ, LBH Jakarta pun meminta pihak Kemenkumham, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, dan Lapas Kelas I Tangerang bertanggung jawab secara penuh terhadap pemulihan seluruh pihak yang menjadi korban tragedi terbakarnya Lapas Tangerang.

Mereka juga ingin Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengawasi dan melakukan pemantauan terkait dengan kebakaran yang terjadi.

Artikel Asli