Identifikasi DNA Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Butuh Waktu 5 Hari

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 13:30
Identifikasi DNA Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Butuh Waktu 5 Hari

LIMAPAGI - Komandan Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri Kombes Pol Hery Wijatmoko mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih mengidentifikasi 41 jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten.

Herry menyampaikan, cara identifikasi tersebut dengan cara pemeriksaan deoxyribonucleic acid (DNA).

"DNA itu 5 hari prosesnya, bukan seperti kita periksa rapid antigen, prosesnya beda. Ini yang dicocokkan adalah jenazah. Jenazah itu kita lihat tingkat kerusakannya," kata Hery di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu malam, 8 September 2021.

Hery menyampaikan, DNA merupakan salah satu data utama untuk mengidentifikasi jenazah. DNA, kata Hery, bisa diperoleh dari pihak keluarga korban.

"Kalau dia belum punya istri, dia punya keluarga bapak dan ibu kandung, yang diambil berarti dari bapak dan ibu," ucap dia.

Dia berujar, bagi pihak keluarga yang jauh dari Ibu Kota, tidak perlu jauh-jauh datang ke RS Polri. Dia memastikan, polisi yang akan mendatangi mereka.

"Pertama, karena biaya. Kedua, kalau sudah tua kan kasihan. Sehingga, kalau misalnya orang tua ada di Bandung, kita punya tim DVI Polda Bandung. Nanti dari sana yang ngambil," ucap dia.

Dia menambahkan, polisi bersama Kemenkumham akan terus mempercepat proses identifikasi jenazah tersebut.

"Gigi, DNA, sidik jari, itu primer identify . Data primer itu kalau sudah cocok kita bisa langsung rilis," ucapnya.

Korban Tewas Bertambah Jadi 44 Orang

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika Aprianti mengatakan, korban tewas kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, bertambah menjadi 44 orang.

Penambahan itu berasal dari delapan narapidana yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, Banten. Mereka dirawat karena mengalami luka berat.

"Iya, barusan kami mendapat info tambahan, jadi tiga (korban luka berat meninggal). Total (korban meninggal) 44," kata Rika kepada awak media, Kamis, 9 September 2021.

Delapan orang yang dirawat tersebut merupakan narapidana kasus narkotika. Dalam insiden ini, sebelumnya dilaporkan 41 narapidana tewas, delapan orang luka berat, dan 73 orang luka ringan.

Rika menyampaikan, dua narapidana yang hari ini meninggal dunia bernama Adam Maulana dan Hardiyanto. Sedangkan satu orang lainnya, masih dikonfirmasi.

Sebelumnya, menurut keterangan Rika, ruangan Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang terbakar pada Rabu dini hari pukul 01.50 WIB. Api baru bisa dipadamkan pukul 03.30 WIB. Lapas tersebut menampung 2.072 narapidana, dengan 122 di antaranya di ruangan Blok C2.

Salah satu penyebab banyaknya narapidana tak terselamatkan karena sel yang terkunci. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly sebelumnya mengatakan, penguncian sel merupakan prosedur tetap (Protap).

Yasonna mengklaim, petugas Lapas sudah berupaya menyelamatkan para napi yang terkunci di dalam sel. Namun, mereka tak bisa menyelamatkan semuanya karena sulit menerjang kobaran api.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran itu masih diselidiki kepolisian. Dugaan sementara, kebakaran disebabkan hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

Sementara, pemerintah melalui Kemenkumham memberikan santunan berupa uang sebesar Rp30 juta kepada keluarga korban yang tewas.

Artikel Asli