PPKM Boleh Turun, Tapi Prokes Jangan...

rm.id | Nasional | Published at 09/09/2021 13:03
PPKM Boleh Turun, Tapi Prokes Jangan...

Ancaman masuknya varian baru Covid-19, tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi, beberapa negara sudah melaporkan adanya varian Lambda dan Mu.

Karena itu, kita harus lebih mampu mengenali cara penularan Covid-19. Virus ini bertransmisi melalui droplet. Penularan di ruang tertutup diduga juga bisa terjadi secara aerosol, atau melalui udara.

Terkait hal ini, dr. Decsa Medika Hertanto mengatakan, cara terbaik untuk mencegah adalah dengan cara menghindari transmisinya.

"Infeksi Covid-19 dimulai dari terhirupnya virus ke dalam tubuh kita melalui saluran napas. Oleh karena itu, sarana pencegahan terbaik adalah dengan mencegah virus, agar tidak terhirup masuk ke saluran napas, dengan memakai masker," jelas ahli spesialis penyakit dalam RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur.

Di tengah situasi ini, dr.Decsa mengingatkan kita, agar tetap waspada.

Jangan lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Apalagi, saat ini, kegiatan perkantoran dan sekolah sudah kembali dimulai. Seiring turunnya level PPKM di sejumlah wilayah.

"Waspadai titik lengah penularan Covid-19, utamanya saat di ruangan indoor. Risiko penularan atau transmisinya lebih tinggi, dibanding ruang terbuka atau outdoor ," tutur dr. Decsa.

Pada ruangan outdoor, lanjutnya, kita dapat menggunakan masker kain atau masker disposable. Sedangkan di ruangan tertutup, sebaiknya menggunakan masker dobel(masker medis di dalam dan masker kain di luar), atau masker respirator KF94.

"Penggunaan masker respirator tidak perlu di-double. Namun harus kita pastikan, agar setiap bagian masker yang menempel dengan kulit wajah, selalu rapat. Soalnya, pada beberapa masker yang beredar, yang tidak rapat di bagian atas dan bawah. Jadi, harus selalu dicek," terang dr. Decsa.

Jaga Masyarakat Rentan

Tak kalah penting, dr. Decsa juga mengingatkan kita, agar selalu menjaga orang-orang yang rentan di sekitar kita. Seperti lansia, orang dengan komorbid, atau orang dengan kondisi khusus lainnya.

"Pastikan untuk tidak lengah. Orang di sekitarnya, harus dapat menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Mengingat risiko komplikasi berat pada populasi ini cukup tinggi," pungkasnya. [HES]

Artikel Asli