33.603 Pekerja Surabaya Dapat Bantuan Subsidi Upah Rp 1 Juta

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 13:13
33.603 Pekerja Surabaya Dapat Bantuan Subsidi Upah Rp 1 Juta

JawaPos.com Ribuan pekerja di Surabaya sudah menikmati bantuan subsidi upah (BSU). Hingga Rabu (8/9), sebanyak 33.603 pekerja di Kota Pahlawan sudah menerima transfer dana. BSU dicairkan sekaligus sebesar Rp 1 juta. Pencairan melalui rekening pekerja masing-masing.

Ini pencairan batch pertama, kata Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Deny Yusyulian kepada Jawa Pos kemarin.

Dia menjelaskan, bakal ada pencairan tahap berikutnya. Yaitu, pencairan sampai batch kelima pada Oktober. Dengan begitu, jumlah pekerja yang menerima BSU akan semakin banyak.

Saat ini masih dilakukan verifikasi data tenaga kerja kandidat penerima BSU. Proses verifikasi dilakukan secara cermat agar tepat sasaran. Verifikasi meliputi nama perusahaan tempat bekerja, nomor induk kependudukan (NIK), tempat tanggal lahir, nomor ponsel, hingga nama ibu kandung yang bersangkutan. Masih proses verifikasi untuk batch berikutnya, papar Deny.

Wilayah Jatim, sambung dia, mendapat alokasi 821.570 pekerja. Dia memastikan bahwa pekerja di Kota Surabaya paling banyak terdata sebagai calon penerima BSU. Itu disebabkan di Kota Pahlawan paling banyak jumlah perusahaan dan industrinya.

Data terakhir yang dilansir BPJS Ketenagakerjaan Jatim menyebutkan, total sudah ada 113.668 pekerja se-Jatim yang menerima BSU. Mayoritas penerima adalah pekerja Surabaya. Yaitu, 33.603 pekerja.

Selain Surabaya, daerah lain yang penerima BSU-nya cukup banyak adalah Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto. Di daerah-daerah tersebut memang tersebar banyak perusahaan dan industri berskala besar dan sedang.

Deny menjelaskan, kriteria penerima BSU pada 2021 tertuang dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2021. Selain WNI, syarat calon penerima dana BSU, antara lain, harus memiliki upah di bawah Rp 3,5 juta. Kemudian berada atau bekerja di wilayah PPKM level 3 dan PPKM level 4.

Yang bersangkutan juga bukan penerima bantuan sosial (bansos) lain dari pemerintah. Misalnya, kartu prakerja, program keluarga harapan (PKH), dan bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Wajib memenuhi semua persyaratan itu. Makanya, kami verifikasi, imbuhnya.

Deny mengingatkan perusahaan pemberi kerja untuk tertib kepesertaan Jamsostek. Juga selalu menjaga validitas data. Para pekerja pun harus memastikan telah mendapat perlindungan BPJamsostek.

Dengan menjadi peserta, pekerja terlindungi dari risiko kerja. Juga punya kesempatan mendapatkan nilai tambah seperti dana BSU. Pastikan tertib kepesertaan melalui aplikasi BPJSTKU dan cek di HRD perusahaan masing-masing, tegasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Surabaya Achmad Zaini menyambut positif pencairan BSU itu. Sejak kebijakan tersebut bergulir, kata dia, disnaker selalu berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sejak pandemi melanda, pekerja di Surabaya sangat terdampak. Banyak di antaranya yang mendapat pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).

Zaini berharap dana BSU yang diterima bisa membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari pekerja dan keluarganya. Sekaligus menggerakkan perekonomian sesuai dengan tujuan program Kemenaker itu. Kita berharap program ini (BSU, Red) bisa membantu meringankan pekerja yang terdampak selama pandemi, kata Zaini.

PENCAIRAN BSU TAHAP PERTAMA DI SURABAYA

33.603 pekerja di Surabaya sudah mencairkan BSU tahap pertama.

Total 113.668 pekerja se-Jatim sudah menerima BSU. Tersebar di 7.275 perusahaan.

Kemenaker mengalokasikan 821.570 pekerja calon penerima BSU se-Jatim.

Per pekerja memperoleh Rp 1 juta.

Syarat Penerima BSU

Harus memiliki upah di bawah Rp 3,5 juta.

Terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4.

Bukan penerima bansos lain dari pemerintah. Misalnya, kartu prakerja, PKH, dan BPUM.

Sumber: BPJS Ketenagakerjaan Jatim

Artikel Asli