Viral Video Pasangan Gancet di Media Sosial, Fakta atau Hoaks?

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 12:00
Viral Video Pasangan Gancet di Media Sosial, Fakta atau Hoaks?

LIMAPAGI - Jagat media tengah dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan pasangan gancet. Video tersebut viral setelah diunggah akun YouTube Gus Idris Official belum lama ini.

Terlihat di dalam video seorang perempuan dan laki-laki berbaring di atas kasur di mana tubuh mereka ditutupi selimut.

Disebutkan jika sejoli yang belum menikah itu tak bisa lepas setelah melakukan hubungan badan. Untuk mengatasi masalah itu warga setempat sampai meminta bantuan tokoh agama.

Mereka pun masuk ke dalam kamar di mana pasangan itu tampak tak bisa bergerak di balik selimut. Terdengar perempuan itu meminta tolong sambil menangis kesakitan.

Akhirnya sejumlah tokoh agama yang hadir mendoakan kedua pasangan gancet tersebut dan meminta mereka untuk bertaubat.

Video itu hingga kini telah disaksikan lebih dari 700 ribu kali. Potongan video itu pun banyak dibagikan berbagai akun media sosial lainnya.

Namun setelah ditelusuri, ternyata peristiwa pasangan gancet tersebut adalah hoax alias setting-an belaka.

Channel YouTube Gus Idris selama ini dikenal sering membuat video-video konten fiksi dengan tujuan pendidikan dan hiburan. Hal ini pun terlihat dari keterangan video yang dicantumkannya dalam bahasa Inggris.

"Materi dalam video ini dibuat hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan. Cerita ini hanyalah sebuah fiksi yang disampaikan dalam bentuk visual. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian atau cerita, itu hanya kebetulan dan tidak ada unsur kesengajaan. Setiap media cetak dan elektronik wajib mencantumkan link dan atau nama channel GUS IDRIS RESMI pada setiap wadah yang akan digunakan untuk hak cipta GUS IDRIS OFFICIAL," tulis keterangan video tersebut.

Meski Gus Idris sendiri telah mencantumkan penjelasan mengenai video kontennya namun terdapat pihak yang memanfaatkan potongan video tersebut. Sehingga, ini menimbulkan kesalahpahaman publik yang menganggapnya sebagai peristiwa nyata.

Artikel Asli