2 Warga Iran Jadi Tersangka Terkait Pabrik Sabu Rumah Mewah di Tangerang

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 12:10
2 Warga Iran Jadi Tersangka Terkait Pabrik Sabu Rumah Mewah di Tangerang

LIMAPAGI - Polisi menetapkan dua warga negara (WN) Iran menjadi tersangka terkait kasus pabrik narkotika jenis sabu di perumahan mewah di Karawaci, Tangerang, Banten. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kedua tersangka sudah masuk ke Indonesia sejak 2019.

"Tersangka yang pertama inisial BF ini warga negara dari Iran, kemudian yang kedua FS ini juga sama dari negara Iran," kata Yusri di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis, 9 September 2021.

Yusri menyampaikan, DF lebih dulu tiba di Indonesia. Kemudian, DF mengajak FS untuk membuat home industri narkotika jenis sabu. Bahan baku untuk membuat sabu itu didapatkan dari Turki.

"Jadi bahan baku ini dari Turki, termasuk pengirimnya sudah kita tahu identitasnnya, tapi sekarang jadi DPO (daftar pencarian orang)," ucapnya.

Yusri menjelaskan, saat polisi menggrebek pabrik sabu tersebut, polisi menemukan barang bukti sabu seberat 4,6 kilogram. BF sudah melancarkan aksinya selama 1 tahun.

"Tersangka BF hampir tiap bulan pulang pergi berangkat ke Iran lihat situasi. Setelah itu, bermain dengan temannya salah satu adalah pemasok bahan yang di Turki," jelasnya.

Dalam satu bulan, kedua tersangka mampu memproduksi sabu seberat 15-20 kilogram. Menurut Yusri, sabu tersebut dikategorikan kelas 1 atau super.

"Kalau di pasaran, Rp7,5 miliar harganya dari 4,5 kilo (sabu) ini," katanya.

Yusri menambahkan, para tersangka mengelabui peredaran sabu itu dengan cara baru. Menurut Yusri, sabu yang diedarkan jaringan Timur-Tengah biasanya dalam bentuk yang sudah jadi atau siap edar.

"Modus baru yang dikirim kesini adalah bahannya yang sudah setengah jadi, dalam bentuk jel," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Jaharsa mengatakan, bahan baku sabu tersebut dilapisi benda lain. Sehingga, tak terdeteksi oleh sinar X-Ray bandara.

"Karena di X-Ray sendiri dia sudah tahu, bahwa itu gel. Jadi, dilapisi benda lain sehingga gemuk. Untuk masuk ke X-Raynya narkoba itu enggak terdeteksi," ucapnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 113 dan atau Pasal 114 dan atau Pasal 112 jo Pasal 32 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancam hukuman penjara paling tinggi seumur hidup atau hukuman mati.

Artikel Asli