Biar Tak Disebut Elitis, KP2N Minta Nadiem Rajin Blusukan ke Sekolah

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 12:46
Biar Tak Disebut Elitis, KP2N Minta Nadiem Rajin Blusukan ke Sekolah

JawaPos.com Ketua Koalisi Prodem Untuk Pendidikan Nasional (KP2N), Rahmat Sanjaya mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim agar berani dan sering turun ke sekolah sekolah. Agar terkesan tidak elitis dan bisa merakyat.

Selain itu, kata Rahmat, Nadiem juga harus tahu kondisi pendidikan yang sebetulya terjadi di lapangan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Banyak penurunan kualitas pendidikan. Banyak murid yang sudah jenuh karena hanya diberi tugas saja oleh gurunya. Selain itu banyak juga guru-guru yang bingung harus berbuat apa.

Kalau di daerah masih masuk akal, bisa jadi karena akses jaringan. Ini di Jabodetabek, faktanya banyak siswa yang tak mau ikut belajar via zoom. Lalu gurunya bingung harus bagaimana. Saya pikir ini yang harus jadi perhatian menteri. Jadi sekali-kali baiknya kontrol ke bawah jangan terlalu elitis, ucap tokoh relawan Jokowi Pendiri Front Aksi Mahasiswa Tangerang ini dalam keterangannya pada JawaPos.com, Kamis (9/9).

Rahmat menilai, kondisi ini tidak bisa dibiarakan. Pendidikan dan pembelajaran tetap harus jadi salah satu fokus utama meski sedang pandemi. Karena pertaruhannya adalah masa depan generasi bangsa. Jangan sampai ini dianggap sebagai bentuk nyata dari kegagalan mendikbudristek dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Karena itu, Rahmat berharap, Nadiem mau sesekali blusukan di sekola-sekolah. Berdialog dengan guru dan murid secara terbuka. Agar tahu apa yang dirasakan oleh meraka sebagai ujung tombak pendidikan nasional.

Selain itu, kata Rahmat, Koalisi Prodem untuk Pendidikan Nasional mengkritisi keputusan Mendikburistek yang tidak memberikan BOS bagi sekolah/madrasah yang muridnya kurang 60 orang. Ini memperlihatkan dia tidak paham pendidikan nasional.

Saya pikir itu adalah kebijakan diskriminatif terhadap anak bangsa yang bertentangan dengan UUD 1945 dan karena itu wajib segera dicabut, ujar Rahmat.

KP2N dikatakannya akan segera mengkonsolidasikan penggiat pendidikan, aktivis mahasiswa dan pelajar Jakarta Tangerang, Bogor dan Bekasi untuk memantau kritis kinerja Nadiem Makarim Kami prihatin atas kinerja buruk pak menteri. Karena itu akan sangat mungkin presiden lakukan evaluasi, pungkasnya

Artikel Asli