Anies Siapkan Teknologi untuk Blacklist Warga yang Melanggar PPKM

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 12:31
Anies Siapkan Teknologi untuk Blacklist Warga yang Melanggar PPKM

JawaPos.com Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah menyiapkan aplikasi yang bisa memberikan sanksi kepada masyarakat jika nekat masuk ke sebuah tempat usaha yang melanggar PPKM. Sehingga, sanksi tidak lagi hanya diberikan kepada pengelola usaha, melainkan masyarakat yang terlibat dalam pelanggaran tersebut juga bisa disanksi.

Yang nanti akan kena sanksi bukan saja pengelolanya, tapi mereka yang berada di tempat itu akan diblok, sehingga tidak bisa pergi dan mendatangi tempat manapun juga selama batas waktu tertentu, kata Anies kepada wartawan, Kamis (9/9).

Aplikasi ini nantinya akan memblokir warga. Sehingga pelanggar tidak akan bisa memasuki sebuah tempat. Karena terdeteksi pelanggar tersebut telah memasuki tempat usaha yang melanggar PPKM.

Kalau anda melihat suatu tempat itu melanggar, anda keluar saja dah. Daripada nanti anda ikut kena sanksi, jelas Anies.

Anies belum membeberkan kapan aplikasi ini akan diluncurkan. Dia hanya menyebut sistem berbasis teknologi ini tengah disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menggelar inspeksi dadakan (sidak) ke restoran dan bar Holywings Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (5/9). Hasilnya, petugas menemukan adanya pelanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 terkait jam operasional.

Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Mukti Juharsa mengatakan, Holywings Epicentrum ini diduga melebihi batas waktu jam operasional yang ditentutakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Di mana tempat tersebut masih beroperasi saat didatangi petugas sekitar pukul 23.00 WIB.

Kita temukan pelanggaran Jam operasi ya sudah lewat dari ketentuan, kata Mukti kepada wartawan, Senin (6/9).

Atas pelanggaran ini, Holywings Epicentrum diberikan sanksi berupa teguran tertulis. Jika resto tersebut kembali melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi lebih tegas.

Sehari sebelumnya, personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP juga menyidak Holywings Tavern, Kemang, Jakarta Selatan. Di sana petugas juga menemukan pelanggaran jam operasional dan protokol kesehatan.

Atas dasar itu, Satpol PP DKI Jakarta memberikan sanksi berupa penutupan sementara selama 324 jam. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, Pemprov DKI Jakarta akhirnya melakukan pembekuan izin usaha sampai dengan PPKM usai.

Artikel Asli