Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Tambah 3 Orang, Total 44 Napi

jatimtimes.com | Nasional | Published at 09/09/2021 12:23
Korban Tewas Kebakaran Lapas Tangerang Tambah 3 Orang, Total 44 Napi

JATIMTIMES - Korban tewas dalam kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten pada Rabu (8/9/2021) dini hari kini bertambah 3 orang. Sebelumnya, 3 orang itu sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang karena mengalami luka bakar serius.

Dengan demikian, total 44 narapidana menjadi korban tewas dalam insiden kebakaran Blok C2 Lapas Tangerang tersebut. Kabar ini pun dibenarkan oleh Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Rika Aprianti.

"Iya barusan kami mendapat info tambahan, jadi 3. Total 44," ujar Rika Aprianti melalui keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Korban meninggal dunia kebakaran Lapas Tangerang yang sempat dirawat di RSUD Tangerang ialah Hadiyanto, Adam Maulana, dan Timothy Jaya.

Seperti diketahui, kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang terjadi pada Rabu dini hari pukul 01.50 WIB. Kebakaran terjadi di Blok C2 yang dihuni oleh 122 napi.

Sebelumnya data awal, menyebutkan sebanyak 41 korban meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran itu. Sementara 8 orang luka berat mendapat perawatan di RSUD Kota Tangerang, dan 73 orang menjalani perawatan luka ringan di Poliklinik Lapas.

Adapun 41 korban tewas dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi. Polisi mengaku kesulitan melakukan identifikasi karena kondisi jasad korban.

Atas peristiwa ini Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, meminta maaf kepada seluruh pihak, khususnya korban dan keluarga korban. Ia turut menyampaikan pesan bela sungkawa.

Yasonna juga mengaku telah meminta maaf secara pribadi terhadap sejumlah keluarga korban kebakaran. Ia memastikan pemerintah akan menanggung segala bentuk pemulasaraan, pemakaman, dan urusan identifikasi jenazah, termasuk santunan kepada keluarga korban.

Selain itu, ia menyatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya. Kendati demikian, ia menyebut kejadian kebakaran ini adalah musibah yang menjadi evaluasi pihaknya dalam memperbaiki sistem di seluruh Lapas Indonesia.

Artikel Asli