Wisata Bozem di Surabaya Berdayakan Pelaku UMKM

republika | Nasional | Published at 09/09/2021 12:12
Wisata Bozem di Surabaya Berdayakan Pelaku UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wisata Bozem atau tempat penampungan air hujan di Medokan Sawah Timur, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, memberdayakan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bozem itu sekarang sudah bagus dan indah. Selain itu ada tempat bermain anak hingga wahana sepeda airnya. "Kami akan terus mengembangkan wilayah itu menjadi destinasi wisata di Kota Surabaya," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, pihaknya akan mengundang semuanya yang ingin berinvestasi di Wisata Bozem di Medokan Sawah Timur. "Contohnya nanti akan dikembangkan oleh PT ini seperti CSR gitu, nanti dia sekaligus menjadi Bapak asuhnya UMKM yang jualan di sini," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa di tempat tersebut sudah ada tempat bermain anak-anaknya, kemudian ada pula sepeda airnya. Ke depan, ia memastikan akan membuat track untuk sepeda dan juga di tengahnya nanti akan dibuatkan gazebo tempat makan.

"Jadi, nanti UMKM-nya yang berjualan di sini Insya Allah yang masuk ke dalam daftar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," ujarnya.

Makanya, lanjut dia, nantinya yang masak dan yang berjualan di tempat tersebut adalah pelaku UMKM yang merupakan warga sekitar dan masuk MBR. "Inilah yang saya harapkan sebenarnya. Aset pemkot itu bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, dan bisa menambah penghasilan keluarga serta mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Surabaya," katanya.

Kalau nanti ramai, lanjut dia, ada parkirannya yang nanti juga masuk ke koperasi, ada UMKM-nya yang berjualan, pasti pendapatan warga jauh lebih meningkat. Apalagi, di tempat tersebut ada bekas box culvert yang dimanfaatkan menjadi pot, pipa dibuat pot bunga, dan beberapa bahan bekas lainnya yang dimanfaatkan untuk mempercantik tempat tersebut.

Ia ingin warga Surabaya bisa sejahtera dan ada tempat wisata murah untuk keluarga tapi bagus. Sebab, dia tidak ingin ada wisata murah, tapi tidak bagus kualitasnya. "Ini yang saya tidak inginkan. Makanya, kami harus bisa memaksimalkan yang terbaik dan bisa dinikmati oleh warga," katanya.

Wali Kota Eri menambahkan, di wilayah tersebut ada 16 hektare dan ada 3 hektare lagi yang berhimpitan, sehingga ke depan saluran itu akan dihubungkan antara satu dengan yang lainnya. "Tapi nanti kita akan hitung lagi dan akan kita gambar dulu. Yang penting warga harus segera bisa berjualan di sini," katanya.

Artikel Asli