China Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia, Opung Luhut Disentil: Ingat Ya Tidak Ada Visi Misi Menteri!

wartaekonomi | Nasional | Published at 09/09/2021 11:57
China Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia, Opung Luhut Disentil: Ingat Ya Tidak Ada Visi Misi Menteri!

Anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati menyoroti Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan terkait rencana pembangunan pabrik vaksin milik pemerintah China di Indonesia.

Dia meminta agar rencana pembangunan pabrik vaksin China di Indonesia tidak mengalahkan prioritas industri vaksin dalam negeri, sebab vaksin Merah Putih dijadwalkan bakal mulai diproduksi pada April-Mei 2022.

"Jangan sampai semangat kemandirian vaksin lewat vaksin Merah Putih dikalahkan agenda investasi dari luar negeri. Semangat berdikari atas vaksin, obat-obatan dalam negeri, disebut menjadi prioritas oleh Presiden Joko Widodo," ujar Mufida dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/9).

Mufida pun mengingatkan Luhut, Presiden Jokowi telah mengeluarkan Inpres No 6 Tahun 2016 tentang Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan. Semangat dari Inpres ini adalah prioritas dalam pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan termasuk vaksin dari dalam negeri.

"Ingat, yang ada hanya visi misi Presiden, tidak ada visi misi menteri. Sebab itu, semangat berdikari industri farmasi dalam negeri harus didahulukan," tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Apalagi, lanjut Mufida, Bio Farma sebagai BUMN produsen vaksin telah diakui dunia. Bahkan negara-negara OKI belajar soal vaksin ke Bio Farma.

Dari 57 negara OKI, hanya 7 yang memiliki pabrik vaksin. Dari jumlah tersebut hanya 2 yang tersertifikasi WHO yakni Senegal dan Bio Farma.

"Saat ini, Bio Farma sudah mengekspor vaksin ke 145 negara, 50 di antaranya negara OKI. Artinya negara kita jadi rujukan vaksin oleh dunia. Ini momentum dengan pengembangan vaksin Merah Putih, tandasnya.

Artikel Asli