Dugaan Bantuan Tidak Tepat Sasaran Ditemukan di Simojayan

jatimtimes.com | Nasional | Published at 09/09/2021 12:00
Dugaan Bantuan Tidak Tepat Sasaran Ditemukan di Simojayan

JATIMTIMES - Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) kembali menemukan adanya dugaan penyelewenan bantuan sosial. Dugaan tersebut ditemui di Desa Simojayan Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Laporan atas dugaan tersebut diterima oleh LIRA pada Selasa (7/9/2021).

Dugaan tersebut berawal saat ditemukannya beberapa indikator penerima bantuan yang dinilai janggal. Salah satunya adalah terkait stempel atau sticker yang menempel di rumah penerima bantuan atau keluarga penerima manfaat (KPM).

Menurut Anggota DPD LIRA Malang Raya, Fatimah, ada beberapa rumah warga yang terdapat sticker atau stempel penanda bahwa pemilik rumah tersebut adalah penerima bantuan. Namun ternyata, bantuan tidak kunjung diterima oleh penghuni rumah.

"Jadi ini kami mendapat laporan dan kita telusuri. Ternyata memang ada. Keluarganya Bu Riati (49). Di rumahnya terdapat stempel penerima bantuan. Tapi saat kami mintai keterangan, tidak pernah sama sekali menerima bantuan," ujar Fatimah, Rabu (8/9/2021).

Hal senada juga disampaikan oleh putra Riati, Muhammad Saiful. Pria yang akrab disapa Ganyong ini mengaku bahwa orang tuanya tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun sejak stempel tersebut dipasang sekitar awal tahun 2020. Di dalam stempel itu sendiri terdapat tiga kategori bantuan. Yakni BPNT, KIS, PKH dan KIP.

"Ada stempelnya itu 4 kategori. BPNT, PKH, KIS dan KIP. Yang dicentang itu BPNT dan KIS. Setahu saya BPNT itu kan bantuan pangan non tunai. Tapi sudah selama satu setengah tahun sejak stempel itu dipasang, sekitar awal atau pertengahan 2020, orang tua saya tidak pernah mendapat bantuan," ujar Ganyong.

Ia sendiri mengaku, bahwa tetangga di sekitar rumahnya, yakni Dusun Sukodono, Desa Simojayan Kecamatan Ampelgading, juga ada beberapa yang dipasangi stempel tersebut. Dan sepengetahuannya, juga ada yang tidak menerima bantuan, meskipun rumahnya dipasangi stempel penanda penerima bantuan.

Alhasil, karena merasa tidak menerima bantuan sama sekali, ia berinisiatif untuk menghapus stempel yang menempel di dinding depan rumah orang tuanya itu.

"Ya saya hapus, lha wong kami tidak menerima bantuan apapun. Kan kasihan kalau tidak tepat sasaran. Kasian warga yang memang membutuhkan. Dan ini kami juga tidak mendapat bantuan apa pun," pungkas Ganyong.

Sementara itu, atas temuan tersebut, Ketua DPD LIRA Malang Raya, M. Zuhdy Achmadi berharap agar aparat penegak hukum bisa turun langsung ke lapangan untuk segera menindaklanjuti. Ia sendiri juga meyakini bahwa hal tersebut diduga juga melibatkan beberapa oknum.

"Pasti ada benang merah, antara yang di desa dengan yang di kecamatan. Bahkan dengan kabupaten. Ini harus diusut tuntas. Jangan hanya yang ada di pagelaran saja. Itu hanya satu contoh," ujar pria yang akrab disapa Didik ini.

Ia berharap agar APH bisa melakukan penyisiran atas temuan tersebut. Sebab, untuk memastikan kebenaran temuan itu. Pasalnya menurut Didik, mekanisme bantuan seperti itu sangat rentan keterkaitannya dengan peran pendamping.

"Kalau temuan tim kami (LIRA) arahnya memang kesana (keterkaitan pendamping). Makanya APH harus melakukan penyisiran. Ini baru beberapa minggu kami sudah menemukan dugaan di beberapa desa di 3 kecamatan. Agar bisa jadi atensi," pungkas Didik.

Artikel Asli