PSIM Jogja Keberatan dengan Format Anyar

radarjogja | Nasional | Published at 09/09/2021 11:50
PSIM Jogja Keberatan dengan Format Anyar

RADAR JOGJA Liga 2 musim 2021 rencananya akan dimulai pada akhir bulan ini. Kompetisi divisi kedua sepak bola Indonesia itu bakal digelar dengan format empat grup. Setiap grup dihuni enam tim.

Berdasarkan surat yang dikirimkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada peserta Liga 2, mereka kembali membuka proses bidding untuk tim menjadi tuan rumah di babak penyisihan. Nantinya, host Liga 2 wajib menanggung seluruh transportasi klub yang bermain di grupnya. Meliputi keperluan latihan resmi hingga pertandingan.

Kemudian, tuan rumah harus menyiapkan hotel representatif dan tiga lapangan latihan. Sebagai modal pelaksanaan, LIB memberikan subsidi tim tuan rumah Rp 400 Juta.

Berbeda dengan Liga 1 yang bermain di tempat netral, tuan rumah Liga 2 dapat bermain di grupnya sendiri. Soal itu, Plt Manajer PSIM Jogja Farabi Firdausy angkat bicara. Pria yang akrab disapa Abi itu berujar sebetulnya PSIM kurang setuju dengan format baru tersebut. Ini tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Yakni grup tanpa tuan rumah sehingga setiap venue netral seperti Liga 1, ujar Abi Kepada Radar Jogja, kemarin (8/9).

Bukan hanya PSIM, sebelumnya format empat grup sempat mendapat penolakan dari sejumlah klub. Sebut saja Persiba Balikpapan, Hizbul Wathan FC (PSHW), hingga Semen Padang. Selain kompetisi tidak dimainkan di tempat netral, mereka keberatan karena format empat grup membuat jumlah pertandingan akan lebih sedikit. Sebab, dua tim dari masing-masing grup yang berada di posisi buncit bakal terdegradasi.

Kendati demikian, lanjut Abi, pihaknya hanya bisa pasrah. Yang terpenting Liga 2 bisa berjalan sesuai rencana. Ya, bagaimana pun PSIM harus siap dengan keputusan dari LIB. Yang penting Liga 2 jalan aman, tandasnya. Begitu pula soal surat edaran dari operator kompetisi, Abi mengaku lega. Karena adanya surat tersebut peserta tim jadi tahu format kompetisi Liga 2 musim ini.

Di sisi lain, klub berjuluk Laskar Mataram itu tidak berminat menjadi tuan rumah Liga 2. Sebab, untuk menjadi tuan, ada persyaratan penting yang harus dipenuhi klub. Salah satunya wajib memiliki stadion yang mendukung secara infrastruktur. Sedangkan, Stadion Mandala Krida yang notabene markas PSIM jelas tidak memenuhi standar lantaran stadion berkapasitas 35 ribu penonton itu belum dilengkapi lampu penerangan. PSIM tidak mengajukan tuan rumah karena operator mau stadion dengan lampu, imbuh Media Officer (MO) PSIM Ditya Fajar Rizkizha.

Sebelumnya, PSSI telah berkomunikasi dengan LIB di kantor PSSI, Selasa sore (7/9). Dari pertemuan tersebut, Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita mengatakan, bahwa pihaknya mendapatkan arahan perihal pelaksanaan Liga 2 2021. Mulai dari pembagian grup, penjadwalan pertandingan, sampai dengan hal-hal teknis lain. Setelah ini kami akan mengadakan owner meeting, kemudian disusul managers meeting. Setelah itu bisa dilaksanakan kick off, kata pria yang akrab disapa Luluk itu. (ard/din)

Artikel Asli