Asesmen Situasi Pandemi Covid-19 di Jatim, Satu Daerah Jadi Level 1

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 10:59
Asesmen Situasi Pandemi Covid-19 di Jatim, Satu Daerah Jadi Level 1

JawaPos.com Perkembangan harian situasi pandemi virus korona di wilayah Jatim makin menunjukkan tren menurun. Terbaru, satu kabupaten ditetapkan masuk level 1. Yakni, Lamongan.

Sementara itu, daerah-daerah lain berpotensi menyusul kabupaten di pantai utara (pantura) Jatim tersebut. Sebab, sejumlah indikator menunjukkan perbaikan signifikan.

Perkembangan itu terungkap dari hasil asesmen tren persebaran Covid-19 di Jatim oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hasil asesmen tersebut menjadi pertimbangan pemerintah dalam menerapkan status pada kebijakan PPKM.

Dari hasil asesmen, Lamongan memang belum masuk zona hijau. Namun, sejumlah indikator menunjukkan hasil positif. Saat ini jumlah kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk kurang dari 20 kasus. Lalu, jumlah pasien yang dirawat per 100 ribu penduduk kurang dari lima kasus. Jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 per 100 penduduk kurang dari satu kasus.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, situasi pandemi Covid-19 di Lamongan sudah landai. Karena itu, posisinya berada di level 1. Tapi, data ini belum final, katanya.

Khofifah menegaskan bahwa asesmen Kemenkes merupakan data tentang kondisi ter-update di lapangan. Karena itu, sifatnya sangat dinamis. Apalagi, pandemi virus korona belum berlalu. Saya berpesan kepada warga Lamongan untuk terus mempertahankan kondisi yang sudah ada, ungkapnya.

Lantas, bagaimana kondisi daerah lain? Khofifah menyebut, cukup banyak kabupaten/kota yang berpotensi menyamai Lamongan. Itu dilihat dari jumlah daerah yang berubah dari level 4 ke 3, lalu level 3 ke 2.

Selain itu, berdasar rata-rata provinsi, capaian pada setiap indikator sudah menunjukkan penurunan yang cukup drastis. Tren kasus positif yang semula 111,7 kasus per 100 ribu penduduk turun menjadi 13,68 kasus per 100 ribu penduduk.

Tren rawat inap yang dulu 36,82 per 100 ribu penduduk turun menjadi 9,58 per 100 ribu penduduk. Angka tersebut dihitung berdasar jumlah dalam sepekan. Lalu, angka kematian dari semula 6,27 per 100 ribu penduduk juga turun menjadi 1,8 per 100 ribu penduduk.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril optimistis banyak daerah lain bakal menyusul Lamongan. Namun, dia khawatir, daerah yang sudah mencapai posisi bagus itu lengah. Mereka abai dan tren kasus Covid-19 kembali naik, ucapnya.

Penurunan kasus Covid-19 bukan kali pertama terjadi di Jawa Timur. Pada bulan yang sama tahun lalu, tren kasus Covid-19 mulai landai. Kala itu, aktivitas tampak seperti normal. Tempat wisata kembali ramai. Libur panjang pada akhir Oktober juga ramai.

Telusuri Dugaan Vaksinasi Berbayar

Pemerintah memastikan seluruh program vaksinasi yang saat ini berlangsung tidak berbayar alias gratis. Itu juga berlaku pada vaksinasi gotong royong yang digulirkan perusahaan-perusahaan.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim memastikan tidak ada layanan vaksinasi berbayar dalam program tersebut. Sebab, semua pembiayaan vaksin ditanggung penuh oleh perusahaan.

Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menyatakan, sudah ada 50 perusahaan di Jatim yang mengikuti program vaksinasi gotong royong. Seluruh perusahaan yang tergabung telah membayar vaksinnya, ucapnya.

Memang, tidak semua perusahaan mengikuti vaksinasi gotong royong. Banyak yang mundur dan memilih mengikuti vaksinasi program pemerintah. Penyebabnya adalah ketersediaan vaksin yang belum mencukupi.

Dia melanjutkan, jika ada perusahaan yang mengatasnamakan vaksinasi gotong royong dan memungut biaya kepada peserta, hal itu tidak dibenarkan.

Di sisi lain, muncul dugaan praktik vaksinasi berbayar. Di media sosial (medsos), sejumlah pihak menawarkan program itu. Salah satunya agen di kawasan Surabaya Timur. Vaksin yang ditawarkan adalah Sinopharm.

Jawa Pos mencoba mengonfirmasi hal itu kepada Fecil, narahubung yang tertera di pamflet. Dia menyebut vaksin berbayar masih tersedia. Pendaftar bisa menyetorkan KTP, alamat tinggal, dan nomor telepon.

Per paket vaksin dijual Rp 751 ribu. Saat koran ini menanyakan lokasi vaksinasi, Fecil menjawab singkat. Ada, Pak. Nanti dikasih (tahu tempat) kalau sudah payment (membayar, Red), jelasnya lewat pesan.

Sementara itu, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Kohar Hari Santoso menyatakan segera melakukan pengecekan ke klinik yang menjual vaksin jenis Sinopharm itu. Tim kami akan mengecek hari ini (kemarin, Red), ujarnya kepada Jawa Pos.

INDIKATOR MELANDAINYA PANDEMI COVID-19 DI JATIM

Tren jumlah kasus positif saat ini 13,68 kasus per 100 ribu penduduk.

Tren pasien rawat inap saat ini 9,58 per 100 ribu penduduk.

Tingkat kematian saat ini mencapai 1,8 per 100 ribu penduduk.

Artikel Asli