Daftar Tunggu Warga Surabaya untuk Menghuni Rusunawa Capai 12 Ribu

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 10:47
Daftar Tunggu Warga Surabaya untuk Menghuni Rusunawa Capai 12 Ribu

JawaPos.com Antrean warga yang mengajukan diri untuk menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau flat terus bertambah. Dari data terbaru Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (BPBT) Surabaya yang mengelola flat itu, antrean mencapai 12 ribu pemohon.

Data itu terungkap saat Kepala DPBT Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengikuti rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Surabaya, Rabu (8/9). Pejabat yang akrab disapa Yayuk itu mengaku dilema dalam menangani antrean flat tersebut. Sebab, masih ada pemohon yang mengajukan sejak 2011 dan belum terakomodasi. Sekarang antrean rusun sudah bertambah jadi 12 ribu pemohon, kata Yayuk.

Rapat tersebut berkaitan dengan pengaduan dari warga Pondok Benowo Indah (PBI) yang mengajukan flat tak jauh dari perumahan tersebut. Pengajuan tercatat pada 2019.

Terkait protes yang disampaikan warga PBI, Yayuk akan membuka kembali basis data di dinas yang dia pimpin. Pihaknya akan mencocokkan kembali data yang baru masuk dengan data terdahulu. Yang jelas, ada skala prioritas dalam penempatan flat tersebut.

Kalau saya mendahulukan yang baru mengajukan, saya akan ditagih oleh yang sudah mengajukan lebih dulu, terang dia.

Perwakilan warga PBI Achmad Tholib mengaku mengajukan permohonan penempatan flat tersebut pada 2019. Di tahun itu pula rusun yang berlokasi di kompleks PBI dibangun. Saat itu, ada informasi dari ketua RT setempat bahwa ada kuota 10 unit yang bisa ditempati. Jatah 10 unit itu katanya untuk warga PBI, kata Tholib yang ditemui setelah hearing tersebut.

Tahun ini setelah ada pergantian ketua RT, warga yang mengajukan itu diminta untuk membuat permohonan baru. Khawatir data pengajuan lama hilang. Karena belum juga diproses, Tholib bersama beberapa warga mengirim pengaduan ke dewan. Pimpinan dewan memberikan disposisi ke komisi A.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna mengatakan, forum tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan langsung kepada warga oleh pemkot yang diwakili DPBT. Jadi, jangan sampai ada lagi informasi yang simpang-siur dari pihak RT setempat terkait penempatan rusun, tuturnya.

Ayu memberikan catatan bahwa flat itu hanya untuk MBR. Bila sudah mentas dari MBR, warga tersebut harus pindah. Mereka seharusnya diberi pengarahan agar pindah ke tempat lain. Karena rusun itu untuk MBR, katanya.

Sebab, kata Ayu, pengajuan perpanjangan hanya bisa dilakukan maksimal dua kali. Waktu perpanjangan pun dibatasi. Satu kali perpanjangan maksimal dua tahun. Jadi, sudah ada koridor aturannya. Warga yang sudah mampu dan tidak masuk MBR harus sadar diri agar mau pindah ke tempat lain, jelasnya.

Artikel Asli