Picu Keributan di Lembar, Dua Calo Tiket Digaruk Polisi

lombokpost | Nasional | Published at 09/09/2021 10:46
Picu Keributan di Lembar, Dua Calo Tiket Digaruk Polisi

MATARAM -Dua terduga calo tiket penyeberangan berinisial MU dan JH diringkus polisi di Pelabuhan Pelindo III Lembar, Lombok Barat (Lobar), Selasa (7/9). Dua warga Serumbung, Desa Lembar Selatan, itu diringkus setelah menjual tiket untuk Kapal Egon rute Lembar-Waingapu, NTT.

Kapolres Lobar AKBP Bagus S Wibowo mengungkapkan, penangkapan itu berawal dari keributan para sopir angkutan yang akan melakukan penyeberangan dengan calo tiket. Keributan itu diketahui petugas yang sedang melakukan penjagaan di pelabuhan. Sopir memprotes karena tingginya harga tiket, kata Bagus, kemarin (8/9).

Calo itu menjual tiket di atas harga normal. Tidak sesuai ketentuan harga penjualan via online. Selisih harga tiket mencapai Rp 1,5 juta dari harga normal, kata Bagus.

Jika tidak membeli dengan harga yang ditetapkan calo, para sopir tidak bisa melakukan penyeberangan. Sehingga menuai aksi protes. Lalu kita amankan calo tersebut, ujarnya.

Keterangan para sopir, harga pembelian tiket secara online untuk truk sedang Rp 4,38 juta. Tetapi malah dinaikkan menjadi Rp 5,6 juta. Untuk kendaraan kecil harga sebenarnya Rp 2,59 jutaan, naik menjadi Rp 4 juta, jelasnya.

Bagus mengatakan, selain harga tiket yang melambung tinggi, diperparah lagi dengan penundaan jadwal pemberangkatan. Jadwal pemberangkatan tidak sesuai dengan tiket yang sudah dibeli. Seharusnya tanggal 10 September 2021, namun diundur menjadi tanggal 19 September 2021, terangnya.

Saat ini, penyelidik masih mendalami kasus tersebut. Memeriksa sejumlah saksi dan dua calo yang sudah diamankan. Kita masih mendalami motif para calo menaikkan harga tiket, pungkasnya. (arl/r1)

Artikel Asli