PPKM Yogyakarta Turun ke Level 3, Polda Dorong UMKM Bangkit

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 10:10
PPKM Yogyakarta Turun ke Level 3, Polda Dorong UMKM Bangkit

LIMAPAGI - Warga Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup sebagai perajin anyaman bambu sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Produk olahan mereka buat mengalami penurunan signifikan karena industri pariwisata dan sektor kuliner juga terdampak pandemi ini.

Kasubdit 2 Ditintelkam Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kompol Dwi Prasetyo mengatakan, pandemi Covid-19 membuat pesanan besek dan tampah, produk olahan bambu, menjadi menurun drastis. "Akibatnya perekonomian warga yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Pring Barokah Sendangmulyo sangat terpuruk," ujarnya, Rabu, 8 September 2021.

Prihatin dengan kondisi tersebut, pihaknya menyerahkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa sembako kepada warga di 16 pedukuhan di Desa Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Yogyakarta. "Rangkaian agenda ini merupakan wujud kepedulian Polda DIY kepada pelaku UMKM dan masyarakat umum di Desa Sendangmulyo dalam bentuk pemberian Bansos Sembako, dan kegiatan Vaksinasi Massal 1.000 dosis pertama Vaksin Sinovac," ungkapnya.

Kompol Dwi mengungkapkan, langkah ini dilakukan agar aktivitas produksi dan distribusi tidak berpotensi menimbulkan klaster penularan dan penyebaran Covid-19. Sesuai regulasi pemerintah, mengharuskan sudah divaksinasi minimal dosis pertama, sebagai salah satu syarat untuk melakukan mobilitas yang berkaitan dengan berbagai aktivitas dan kegiatan perekonomian.

"Bansos ini juga sebagai wujud solidaritas dan simpati dari Polda DIY kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19, terutama bagi pelaku UMKM, agar termotivasi untuk bangkit kembali," ungkapnya.

Menurut Dwi, diturunkannya PPKM dari Level 4 menjadi Level 3 tentunya perekonomian diharapkan akan mampu bangkit kembali, apalagi dengan dibukanya berbagai saluran bisnis yang sebelumnya sempat terhenti. "Semoga vaksinasi massal dan bansos ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," imbuhnya.

Carik Kapnewon Sendangmulyo Wawan Gunawan mengungkapkan, produksi kerajinan bambu sama sekali berhenti karena besek dan tampah betul-betul tidak laku saat pandemi Covid-19 ini. "Hasil produk anyaman bambu seperti besek dan tampah, penjualannya turun sampai 80 persen. Bahkan, banyak pengrajin anyaman bambu yang sampai beralih profesi menjadi buruh harian lepas dan kuli bangunan," terangnya.

Bantuan dari Polda DIY berupa 1.000 dosis pertama Vaksin Sinovac dan paket Bansos Sembako sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk pelaku UMKM. "Kami sangat mengapresiasi bantuan dari Polda DIY. Semoga dapat membantu dan meringankan beban ekonomi warga dan pelaku UMKM di Sendangmulyo," kata Ketua Sentra Kerajinan Bambu Pring Barokah Sendangmulyo, Rosidi.

Artikel Asli