Ketua PKK Siapkan Orang Tua Angkat Anak Korban Pesugihan di Gowa

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 11:08
Ketua PKK Siapkan Orang Tua Angkat Anak Korban Pesugihan di Gowa

LIMAPAGI- Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan memastikan, pihaknya bersama dengan pengurus TP PKK akan menjamin perwalian anak perempuan korban kekerasan pesugihan orang tua yang terjadi di Kecamatan Tinggimoncong belum lama ini.

Langkah itu ditempuh setelah mendapatkan perawatan hingga pemulihan nantinya. "Kami berkomitmen untuk memastikan korban mendapatkan seluruh layanan yang dibutuhkan. Baik secara medis maupun pasca pemulihan nantinya," katanya.

Usai menjenguk langsung korban di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Senin (06/09/2021) lalu, ia mengatakan akan fokus terhadap bagaimana perwalian sang anak nantinya, setelah mendapatkan perawatan hingga pemulihan.

"Perwalian atau hak asuh anak ini kita lakukan karena kita telah paham bahwa orang tuanya hari ini tidak bisa dan tidak mampu lagi untuk merawat," terangnya.

Saat ini anak perempuan malang korban kekerasan yang berusia enam tahun tersebut, telah mendapatkan perawatan medis secara intensif dan telah menjalani operasi untuk menyembuhkan matanya yang dicungkil oleh ibu bapaknya sendiri.

"Konsen utama kami selain penyembuhan fisiknya, adalah pemulihan kondisi mental dan psikologis pasca trauma. Saat ini juga kami meminta pihak rumah sakit untuk membatasi jumlah pengunjung agar proses pemulihan berlangsung lebih cepat," katanya.

Penanganan komprehensif perlu dilakukan kata Priska agar kedepannya korban tidak mengalami trauma yang berkepanjangan dan dapat kembali hidup normal seperti biasa.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham. Ia mengaku, pihaknya telah melakukan pendampingan sejak awal kejadian ini diketahui.

"Pendampingan dan perlindungan kepada korban telah kami lakukan sejak awal, yang kami tahu, korban telah dilukai matanya oleh ibu kandungnya dan memerlukan perlindungan," ungkapnya.

Menurut Kawaidah, setelah proses pemulihan selesai, korban akan ditempatkan di rumah aman sambil mencari keluarga yang dapat menjadi orang tua asuh bagi sang anak ke depannya."Tentunya dengan memperhatikan kondisi psikologis dari orang tua yang akan mengasuh anak tersebut," ungkapnya

Artikel Asli