Saatnya Warga Memilah Sampah dari Rumah

suarantb | Nasional | Published at 09/09/2021 03:11
Saatnya Warga Memilah Sampah dari Rumah

Mataram (Suara NTB) Penanganan sampah di Kota Mataram diharapkan berjalan maksimal. Terutama untuk mengejar target pengurangan sampah yang sampai di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan menjalankan pemilahan dan pengolahan sampah.

Sekarang ini penekanan kita pada pemilahan. Karena ada surat edaran juga dari LHK Provinsi NTB, bahwa sekarang TPA tidak akan menerima sampah yang tidak terpilah. Jadi harus dipilah dulu, baru boleh dibuang ke sana, ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. M. Kemal Islam saat dikonfirmasi, Rabu, 8 September 2021.

Aturan tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama. Mengingat Pemkot Mataram telah membagi penanganan sampah sesuai levelnya. Antara lain penanganan oleh Kelurahan dan Kecamatan untuk tingkat lingkungan, kemudian penanganan oleh DLH untuk pengangkutan dari TPS ke TPA.

Kita harapkan pertama pemilahan ini dari rumah tangga dulu. Kalau untuk DLH, kita sudah lakukan seperti untuk sampah sapuan jalan, jelasnya. Menurut Kemal, saat ini pihaknya tidak lagi membuang sampah sapuan jalan ke TPA, melainkan ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) untuk dijadikan kompos.

Termasuk hasil-hasil penebangan pohon kita serahkan semua ke TPST, tidak lagi ke TPA. Ini juga lumayan banyak, volumenya (untuk sampah sapuan jalan) bisa mencapai 3-4 ton per hari, ujarnya. Sampai saat ini Kota Mataram memiliki tiga TPST yang aktif beroperasi. Jika pemilahan sampah berhasil dilakukan sejak di tingkat rumah tangga, seluruh sampah organik diharapkan dapat diolah menjadi kompos di TPST tersebut.

Menurutnya, potensi sampah Kota Mataram sampai saat ini memang belum bisa tertangani 100 persen. Pasalnya dari total potensi sampah harian yang mencapai 300 ton, sekitar 50-60 ton di antaranya justru masih tercecer di tingkat lingkungan.

Ini yang kita harapkan bisa dimaksimalkan juga pengangkutannya ke TPS dengan bantuan arahan dari Lurah dan Camat untuk memastikan itu, ujar Kemal. Jika seluruh sarana-prasarana milik DLH dioperasikan, pihaknya optimis 300 ton sampah tersebut dapat ditangani, salah satunya dengan pengolahan sampah di TPST setelah dipilah.

Boleh dikatakan kita malah kekurangan sampah sekarang untuk ke tempat pengolahan. Karena memang masih ada 50-60 ton sampah yang masih tercecer di lingkungan-lingkungan itu. Kapan kita bisa angkut itu semua? Itu sudah jadi ranahnya Camat, Lurah dan Kaling untuk membantu mengangkut ke TPS, jelasnya.

Kendati demikian, masalah klise seperti munculnya TPS liar dan sampah yang tidak sepenuhnya sampai ke TPS menjadi kendala lain. Untuk itu, Kemal meminta peran serta masyarakat untuk mewujudkan Kota Mataram yang bersih dan asri.

Kesiapan tenaga dan sarana-prasarana sudah kita coba penuhi. Sekarang tinggal kembali pada masyarakat saja. Supaya sisa 50-60 ton sampah per hari itu tidak lagi tercecer di lingkungan atau TPS liar, tandas Kemal. (bay)

Artikel Saatnya Warga Memilah Sampah dari Rumah pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli