Wapres Tinjau PTM Terbatas di Bogor

republika | Nasional | Published at 09/09/2021 09:51
Wapres Tinjau PTM Terbatas di Bogor

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Maruf Amin kembali meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas ke sekolah, Kamis (9/9). Kali ini, Wapres mengunjungi SMP Negeri 1 Citeureup dan meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMK Kesehatan Annisa di Bogor, setelah sehari sebelumnya meninjau tiga sekolah di Jakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat langsung penerapan protokol kesehatan pelaksanaan PTM di sekolah dan upaya percepatan pemberian vaksinasi Covid-19. Dalam rilis Sekretariat Wakil Presiden, kunjungan di titik pertama di SMPN 1 Citereup, Wapres disambut Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, Bupati Bogor Ade M Yasin, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jarwansyah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Citeureup Muhamad Taryana.

Rombongan selanjutnya meninjau pelaksanaan PTM di SMPN 1 Citereup yang telah melaksanakan uji coba PTM terbatas sejak 1 September 2021 secara berjenjang. Setiap pekannya, pihak sekolah menerapkan batas maksimal 35 persen dari jumlah siswa yang boleh melakukan PTM di kelas.

Wapres berpesan agar pelaksanaan PTM harus dijalankan dengan komitmen penuh dalam penerapan protkol kesehatan dan dievaluasi pelaksanaannya secara berkala. Saya mengharapkan satuan pendidikan agar memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sesuai dengan SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19, ujar Wapres, Kamis (9/9).

Usai peninjauan PTM, Wapres meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMK Kesehatan Annisa. Di sekolah ini, Wapres melihat secara langsung pelaksanaan vaksinasi bagi murid, orang tua murid, alumni SMK Kesehatan Annisa dan masyarakat umum, ibu hamil serta lansia.

Rencananya, SMK Annisa akan mulai menyelenggarakan PTM pada bulan Oktober dan November 2021. Untuk itu, SMK yang memiliki jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas serta jurusan Farmasi Industri ini turut menggencarkan pemberian vaksinasi Covid-19 agar pelaksanaan PTM nanti dapat berjalan dengan aman dan sesuai protokol kesehatan.

Pelaksanaan vaksinasi ini saya harap dapat memberikan perlindungan maksimal bagi para siswa dari penyebaran Covid-19 dalam kegiatan PTM terbatas. Namun demikian, mengingat ancaman Covid-19 sampai saat ini belum berakhir, saya minta semua pihak untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan, kata Wapres.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 untuk Wilayah Jawa-Bali, satuan pendidikan yang berada di wilayah PPKM Level 3 dapat menyelenggarakan PTM secara terbatas. PTM dilakukan dengan sistem pembelajaran campuran ( blended learning ) dengan siswa yang melakukan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Artikel Asli