Disuplai oleh Ibu Kandung, Pasutri di Mataram Ini Jadi Bandar Sabu

lombokpost | Nasional | Published at 09/09/2021 09:40
Disuplai oleh Ibu Kandung, Pasutri di Mataram Ini Jadi Bandar Sabu

MATARAM -Dua bulan keluar penjara IKS (inisial, Red) alias Jojol kembali bergelut dengan penyalahgunaan narkoba. Dia kembali menjadi bandar peredaran gelap sabu. Bahkan dia melibatkan istrinya berinisial NA.

Kita berhasil menangkap pasutri yang menjadi bandar sabu di Abian Tubuh, kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama dalam keterangan pers, Rabu (8/9).

Mereka ditangkap Selasa (7/9) lalu. Kini pasutri asal Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Mataram, itu mendekam di sel tahanan Polresta Mataram.

Yogi menerangkan, penangkapan pasutri itu berawal dari tertangkapnya GAS (inisial, Red). Polisi menemukan satu poket sabu beserta uang hasil penjualan sabu dari anak buah pasutri tersebut. Dari pengakuannya, dia mendapatkan barang (sabu, Red) dari INK, jelasnya.

Polisi langsung memburu INK yang juga berdomisili di wilayah Abian Tubuh. INK berhasil ditangkap bersama dua anak buahnya berinisial IGB dan IGM.

Saat polisi menggeledah pria yang sehari-hari menjadi tukang cuci kendaraan itu ditemukan dua poket sabu. Sabu itu sudah siap untuk diedarkan, ujarnya.

INK mengaku barang haram tersebut baru dibelinya dari pasutri IKS dan NA. Biasaya mengambil sabu dua hingga tiga gram. Per gram dibeli seharga Rp 1,5 juta, beber Yogi.

Polisi mengembangkan hasil interogasi. Pasutri IKS dan NA berhasil diringkus. Ditemukan beberapa poket sabu yang disimpan di dalam kaos kaki di jok sepeda motornya. Setelah ditimbang berat sabu yang kita amankan dari jaringan pengedar narkoba itu sebanyak 6 gram, sebutnya.

Polisi juga menyita handphone yang biasa digunakan berkomunikasi saat transaksi. Pasutri itu memiliki hubungan dengan INK. Mereka ini satu jaringan, tegas Yogi.

Dari operasi itu,total enam orang yang ditangkap. Hasil tes urine lima orang positif menggunakan narkoba. Semua yang kita amankan masih kita tahan, kata Yogi.

Dari pengakuannya, Jojol mendapatkan sabu dari ibu kandungnya berinisial M. Dia menjalankan bisnis haram itu setelah keluar dari penjara. Kita masih lakukan pengejaran terhadap ibu kandungnya, bebernya.

Jojol mengaku menjual sabu karena terdesak kebutuhan hidup. Dia yang baru keluar penjara tidak memiliki penghasilan untuk menghidupi istri dan dua anaknya. Saya jual sabu untuk makan dan beli susu anak, akunya.

Sang istri, mengetahui suaminya menjual sabu. Bahkan dia turut serta membantu untuk menjalankan bisnis haram itu. Terkadang istri saya yang antarkan barang(sabu) ke pembeli, kata Jojol sambil menenangkan istrinya yang sedang menangis saat diinterogasi.

Sementara itu, INK mengaku membeli barang haram itu dari Jojol. Terkadang saat memesan sabu diantarkan oleh NA. Saya juga langsung datang ke rumahnya untuk membeli sabu, ujarnya.

Rata-rata INK membeli sabu seberat 1 gram. Itu dipecah lagi untuk diedarkan. Per gram saya beli Rp 1,5 juta.Saya jadikan poket-poket kecil. Per poket saya jual Rp 125 ribu hingga Rp 200 ribu, tuturnya.

Satu gram sabu yang dibelinya bisa habis tiga sampai satu minggu. Dari satu gram sabu yang dibelinya, dia mendapatkan untung Rp 500 ribu. Ya, dapat untung kalau seminggu Rp 500 ribu, ucapnya. (arl/r1)

Artikel Asli