Petrokimia Gresik-PTPN X Tanam Perdana Tebu Program Makmur

republika | Nasional | Published at 09/09/2021 09:13
Petrokimia Gresik-PTPN X Tanam Perdana Tebu Program Makmur

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTOPetrokimia Gresik dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X memulai tanam perdana komoditas tebu sebagai Program Makmur, di Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Rabu (8/9). Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menuturkan, Program Makmur merupakan kerja sama kedua pihak untuk mengawal potensi luasan tebu yang mencapai 31 hektare.

Ini merupakan upaya Petrokimia Gresik dalam mendorong peningkatan produktivitas tanaman tebu di Jawa Timur, mengingat saat ini Jawa Timur menjadi penopang utama tebu nasional sebagai bahan baku gula, ujar Dwi Satriyo dalam keterangan yang diterima Republika.co.id , Rabu (8/9) malam.

Dwi Satriyo menambahkan, produktivitas tebu dalam negeri saat ini masih belum mencukupi kebutuhan gula nasional. Hal ini karena belum optimalnya pemanfaatan saprodi dan kawalan teknologi oleh petani tebu. Ia menilai kerja sama ini menjadi salah satu upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Melalui kerja sama ini, Petrokimia Gresik akan menjamin penyediaan pupuk non-subsidi kepada petani binaan.

Untuk musim tanam tebu kali ini, pupuk yang diharapkan petani tebu antara lain NPK Phonska Plus dan ZA non-subsidi. Selain itu, Petrokimia Gresik juga akan memberikan kawalan dan analisa uji tanah melalui layanan gratis Mobil Uji Tanah. Tujuannya, petani dapat rekomendasi pemupukan sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Program Makmur sendiri merupakan transformasi dari Program Agro Solution yang diinisasi Pupuk Indonesia sejak 2020. Menteri BUMN Erick Thohir merilis kembali program ini dengan mencakup berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Selain itu juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian, serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.

Direktur Utama PTPN X, Tuhu Bangun, menyatakan PTPN Grup mengemban tugas untuk mewujudkan swasembada gula konsumsi di tahun 2024 yang mencapai 2,4 juta ton. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah peningkatan produktivitas. Menurutnya, kehadiran Program Makmur ini sangat dibutuhkan. Semoga program ini bisa menjadi role model dan dapat dikembangkan di PTPN yang lain, ujar Tuhu.

Artikel Asli