Rambah Pasar Benua Afrika, Sandi Apresiasi Rumah Instan Karya Tatalogam Group

rm.id | Nasional | Published at 09/09/2021 08:55
Rambah Pasar Benua Afrika, Sandi Apresiasi Rumah Instan Karya Tatalogam Group

Setelah sebelumnya berhasil merambah pasar Asia, Australia, dan Amerika dengan produk Nexalumenya, Tatalogam Group kembali mengembangkan sayapnya ke luar negeri.

Kali ini giliran Rumah Instan Domus karya PT Tatalogam Lestari akan merambah pasar Benua Afrika. Upaya ini dilakukan dengan mengikuti pameran Hybrid Trade Showcase 2021 yang digelar mulai tanggal 7-8 September, bersama ratusan produk UMKM lain di Tanah Air.

Dalam pembukaan pameran yang berlangsung berkat kerjasama KBRI Nairobi, Kenya dengan Kareem International ini, Menteri Parekraf Indonesia, Sandiaga Uno mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi seluruh sektor, tidak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Sandi mengatakan, kita harus terus bangkit mengingat ada 34 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

Ia mengatakan tahun 2021 merupakan tahun pemulihan. Dan kita perlu menerapkan strategi guna membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Lebih lanjut Sandi menegaskan pandemi ini merupakan momentum bagi kita untuk berbenah diri. Agar lebih siap untuk bersaing dan tentunya memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan kita.

"Oleh karenanya kita perlu meningkatkan kualitas, baik SDM produk maupun pengelola usaha. Strategi yang dilakukan oleh Kemenparekraf dalam menghadapi era kebiasaan baru ini adalah menerapkan inovasi, adaptasi dan kolaborasi, terang Sandi dalam sambutannya, Selasa (7/9).

Ia menjelaskan, inovasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital dan big data. Memanfaatkan juga artificial intelegence, Internet of thing, mechine learning dan banyak lagi hal yang berkaitan dengan teknologi kekinian.

Sedangkan adaptasi dilakukan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan CHSE atau Cleaningness, Health, Savety dan Environtmental. Kemenparekraf juga berkolaborasi dengan para stackholder seperti yang kali ini dilakukan bersama Kareem International sebagai perusahaan aggregator ekspor Indonesia dan juga dengan KBRI Nairobi, Kenya.

Saya berharap, acara ini dapat membantu para pelaku UMKM produk kreatif Indonesia, pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat memulai ekspor produknya dengan mengenal target pasar dan budaya Negara tujuan, khususnya pasar Arfika yang sangat menjanjikan," ujar Sandi.

Sementara itu Vice Presiden Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi, mengatakan Benua Afrika patut dipilih menjadi salah satu negara tujuan ekspor Rumah Instan Domus karena 5 dari 10 negara di Benua Afrika tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bahkan IMF memperkirakan meskipun pandemi, Ekonomi Afrika akan tumbuh sekitar 4 persen pada tahun 2021. Selain itu, Bank Dunia juga meyakini bahwa 90 persen negara di benua Afrika akan mencapai pendapatan menengah (setidaknya 1.000 dolar AS/per orang per tahun) pada tahun 2025 jika tingkat pertumbuhan saat ini terus berlanjut.

"Untuk bisa bersaing dengan produsen dari Negara lain, kita juga harus menyiapkan produk yang sudah berstandar internasional. Rumah Domus sendiri sudah memiliki spesifikasi khusus yang dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan Rumah Permanen dengan kualitas yang tinggi," ujar Stephanus.

Dalam waktu yang sama, CEO Kareem International, Isnandar juga menjelaskan, dari ratusan jenis produk yang dipamerkan dalam Hybrid Trade Showcase 2021 kali ini, produk rumah instan merupakan salah satu produk yang menurutnya memiliki potensi sangat besar untuk bisa berjaya di Afrika. Hal itu bisa dilihat dari masih adanya kekurangan hunian yang cukup besar di Negara tersebut.

Terkait hunian sebagai salah satu kebutuhan pokok, bagaimana peluang rumah instan ini, kita melakukan pre Event terhadap PT Tatalogam mendapat sambutan sangat bagus," ujar Isnandar.

Pada acara ini, Tatalogam berinisitif untuk mendorong serta menawarkan rumah instan karya mereka dengan cost lebih rendah. "Hal ini bisa dibangun cuma dalam 5 hari dengan 4 tukang. Dan itulah, Indonesia diharapkan dapat memberikan solusi dalam pengembangan properti di Afrika, ujar Isnandar. [ SRI ]

Artikel Asli