Stunting di Bawah Rata-rata Nasional, Kasus Balita Gizi Buruk di Lobar Dikhawatirkan Bertambah

suarantb | Nasional | Published at 09/09/2021 02:05
Stunting di Bawah Rata-rata Nasional, Kasus Balita Gizi Buruk di Lobar Dikhawatirkan Bertambah

Giri Menang (Suara NTB) Temuan kasus balita yang mengalami stunting (bertubuh pendek) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tahun ini bisa ditekan hingga 27-19 persen. Angka ini di bawah rata-rata nasional di mana angkanya 30 persen. Akan tetapi di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini temuan kasus stunting gizi buruk di Lobar dikhawatirkan akan bertambah akibat kondisi perekonomian memburuk dan pelayanan posyandu dibatasi, terutama di daerah merah Covid-19.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lobar Muhammad Abdullah, S.K.M., MQIH., menyatakan temuan angka kasus stunting menurun berdasarkan hasil pengukuran bulan Februari 2021. Terdapat dua alat ukur dengan metode berbeda yang dipergunakan. Pertama, aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau yang disebut e- PPGBM angka stunting sekitar 27 persen. Penghitungannya menggunakan basis harian.

Sedangkan kalau menggunakan e-Posyandu, angka kasus stunting mencapai 19 persen. Penghitungannya menggunakan basis enam bulanan, sehingga angkanya lebih Kecil. Pihaknya akan memperbaiki dengan menggunakan metode yang dipakai nasional atau e-PPGBM. Tapi tren kita turun sih (kasus stunting) dalam tiga tahun berturut-turut, ujarnya. Sedangkan untuk data terbaru kasus stunting, masih menunggu hasil pengukuran. Ia berharap bisa turun lagi.

Soal gizi buruk, tambahnya, diharapkan tidak naik. Alasannya, karena kondisi pandemi Covid-19 mengakibatkan semua jadi sulit. Termasuk ekonomi memburuk, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi kualitas asupan. Soal angka kasus gizi buruk, belum ada update karena masih dihitung. Saya harus lihat angkanya. Tapi kondisi pandemi mengakibatkan semua jadi sulit. Termasuk ekonomi memburuk, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi kualitas asupan untuk bayi dan anak-anak, tegasnya.

Karena kondisi pelayanan posyandu dibatasi. Terutama terhadap yang kondisi meraih ditunda dulu, karena lebih penting mencegah penularan Covid-19 dulu karena kalau dilakukan pelayanan malah memperburuk keadaan.

Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Ramdan Hariyanto S.Sos., mengatakan pihaknya akan mensosialisasikan Perpres Nomor 72 tahun 2021 tentang Penurunan Angka Stunting.

Di mana target nasional di tahun 2024 sebesar 14 persen, di Lobar 19 persen. Masak tidak bisa turun hingga target nasional, makanya perlu dikeroyok bersama kecamatan, desa dan semua OPD, ujarnya.

Diakuinya, masih banyak desa yang memiliki status stunting. Penyebab stunting ini karena pola asuh. Penanganan pun dilakukan melalui berbagai program kolaborasi seperti Pamsimas dan ODF. (her)

Artikel Stunting di Bawah Rata-rata Nasional, Kasus Balita Gizi Buruk di Lobar Dikhawatirkan Bertambah pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli