PTM Terbatas, Perketat Pengawasan dan Prokes

radarjogja | Nasional | Published at 09/09/2021 08:44
PTM Terbatas, Perketat Pengawasan dan Prokes

RADAR JOGJA Vaksinasi anak usia di atas 12 tahun mencapai lebih dari 70 persen. Sejalan dengan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sleman di level 3, Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman susun laporan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) ke bupati.

Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana mengatakan, vaksinasi untuk siswa SMP Selasa (7/9) telah mencapai 72,48 persen dari total siswa SMP, 39.495 siswa. Dengan target,12 September selesai. Selanjutnya, tinggal menyasar anak-anak yang belum divaksin.

Ccapaian vaksinasi pelajar ini telah melebihi angka herd immunity 70 persen. Demikian Pemerintah Provinsi DIJ telah memberikan lampu hijau menggelar PTM. Namun pelaksanaan di daerah, tetap menunggu kebijakan pimpinan daerah dalam hal ini Bupati Sleman.

Kami baru susun untuk membuat laporan ke bupati. Kaitannya strategi atau skenario tatap muka terbatas nantinya seperti apa, ungkap Ery, dihubungi kemarin (8/9).

Persiapan tatap muka yang telah dilakukan sebelumnya dilakukan sekolah, ditekankan kembali. Persiapannya ditinjau. Di cek kembali sarana protokol kesehatan (prokes) yang ada. Kemudian, cek data siswa SMP yang sudah divaksin maupun yang belum.

Kami sudah mengundang semua kepala sekolah, ketua kelompok kerja Kepaka sekolah kejuruan (K3SK) kapanewon untuk SD. Dimulai dari pengawas untuk koordinasi mempersiapkan semuanya, terang Ery.

Hal ini kata Ery, jika sudah mengantongi izin dari bupati, maka pelaksanannya sesuai kesepakatan sebelumnya. Tatap muka bersifat terbatas. Diselingi dengan daring. Dan diutamakan bagi siswa yang telah tervaksin. Tak hanya pelajar SMP. Pelajar SD yang sudah memenuhi umur juga dilakukan pendataan dan harus divaksin. Sejauh ini ada 1.100-an siswa SD yang sudah memenuhi syarat vaksinasi.

Kesiapan PTM juga didukung capaian vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik. Yakni mencapai 92-94 persen. Hari ini, pihaknya baru menyerahkan nota dinas Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Melaporkan kesiapan-kesiapan sekolah tatap muka sebagai bahan pertimbangan, pungkasnya.

Terpisah Wartini, 42, warga domisili Mlati ini mengaku siap menyambut PTM meski nantinya sifatnya terbatas. Menurutnya, dengan diberlakukannya PTM dapat mengurangi beban siswa dan beban orang tua. Karena kalau ngajari orang tua yang kesulitan ditambah ilmunya pas-pasan. Anak bingung orang tua ikut bingung, ujar ibu dari dua siswa SMP itu . (mel/bah)

Artikel Asli