Produksi AS Usai Badai Ida Mulai Pulih, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 07:19
Produksi AS Usai Badai Ida Mulai Pulih, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

LIMAPAGI - Harga minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi, 9 September 2021 WIB).

Produsen-produsen di Teluk Meksiko Amerika Serikat berjuang untuk memulihkan operasi sekitar 10 hari setelah Badai Ida mendarat di wilayah tersebut.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik 91 sen atau 1,3 persen, ditutup pada USD72,60 per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober bertambah 95 sen atau 1,4 persen, bertengger di USD69,30 per barel.

Sekitar 77 persen dari produksi Teluk AS masih offline pada Selasa waktu setempat, atau sekitar 1,4 juta barel per hari. Sekitar 17,5 juta barel minyak telah hilang ke pasar sejauh ini.

Untuk diketahui, sumur lepas pantai Teluk memberikan kontribusi sekitar 17 persen dari produksi minyak AS.

"Operasi kilang tampaknya membuat pemulihan lebih cepat," kata analis ING dalam sebuah catatan.

Mereka menambahkan, sebagaimana mengutip laporan situasi terbaru dari Departemen Energi, kapasitas sekitar 1 juta barel per hari ditutup sementara, turun dari puncaknya lebih dari 2 juta barel per hari.

"Harga minyak terus mendapat dukungan dari pemadaman produksi tinggi yang sedang berlangsung di Teluk Meksiko," sebut Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu waktu setempat.

Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, rata-rata, bahwa stok minyak mentah turun 3,8 juta barel dalam seminggu hingga 3 September, dan mereka mengantisipasi stok bensin turun 3,6 juta barel dan sulingan turun 3 juta barel.

"Kemungkinan hilangnya permintaan penyulingan dan jumlah minyak mentah mungkin sedikit berkurang," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho.

EIA mengatakan pada Rabu waktu setempat bahwa pihaknya memperkirakan produksi minyak mentah AS turun 200.000 barel per hari menjadi 11,08 juta barel per hari pada 2021.

Jumlah itu turun lebih besar dari perkiraan sebelumnya untuk penurunan 160.000 barel per hari.

Artikel Asli