LLA : Antisipasi NTB Hanya Jadi Penonton Shrimp Estate dan Lobster Estate

suarantb | Nasional | Published at 09/09/2021 01:33
LLA : Antisipasi NTB Hanya Jadi Penonton Shrimp Estate dan Lobster Estate

Mataram (Suara NTB) Lombok Lobster Asosiation atau Asosiasi Lobster Lombok (LLA) menyambut baik mengucurnya program Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) yang menetapkan NTB sebagai pusat produksi terbesar udang dan lobster melalui program shrimp estate dan lobster estate.

Kendati demikian, program strategis untuk mendongkrak perekonomian nasional dari sektor kelautan perikanan ini seyogiyanya harus melibatkan semaksimal mungkin masyarakat dan pembudidaya lokal, baik udang maupun lobster. Agar jangan sampai NTB hanya ketempatan saja. Tetapi orang-orangnya hanya menjadi penonton, kata Ketua LLA, Muhanan, SH kepada Suara NTB , Selasa, 8 September 2021.

KKP menyediakan anggaran hingga hampir Rp5 triliun untuk mewujudkan shrimp estate dan lobster estate ini. rencananya, tahun 2022 sudah mulai diwujudkan. Tahun ini pemenuhan syarat-syarat lahan dan dokumen harus clean and clear . Muhanan menegaskan, jika dilihat dari potensi dan kuantitas yang dimiliki NTB, ia mengatakan optimis program strategis nasional ini bisa terwujud.

Namun tergantung kepentingan menurutnya. Apakah penguasaan program ini dikelola oleh pemerintah daerah atau Pemprov NTB sebagai pemilik otoritas kawasan perairan hingga 12 mil laut, atau diserahkan kepada pihak luar (pemodal). Ini yang masih kita pertanyakan. Apakah nanti akan diserahkan kepada investor yang notabenenya adalah (mafia lobster) yang selama ini kita tau , atau dikelola oleh pemerintah daerah, katanya.

Sebab jika pengelolaannya diserahkan kepada pemerintah daerah, maka dampaknya akan sangat besar terhadap kawasan lingkar program atau NTB secara keseluruhan. Namun jika pengelolaannya diserahkan kepada investor. Ya kita tidak ingin ke depan laut kita dikelola tetapi tidak berdampak kepada kita sendiri. Hanya eksploitasi, tempanya saja dipinjam, tapi hasilnya dibawa keluar. Itu yang tidak kami inginkan, jelas Muhanan.

LLA mempertanyakan model pengelolaan program shrimp estate dan lobster estate ini. Karena itu, jika program ini benar-benar diturunkan ke NTB, harapannya LLA setidaknya dilibatkan untuk program lobster estatenya. Misalnya dalam hal teknisnya, agar jangan tiba-tiba program besar ini tidak jelas siapa pengelolaanya dan akan dibawa kemana hasilnya.

Paling tidak dalam proses kita juga dilibatkan. Sehingga kita juga tidak jadi penonton di daerah sendiri, katanya. Shrimp estate dan lobster estate ini baru diketahui hanya melalui media. Belum ada koordinasi langsung baik pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat dalam pelaksananannya nanti dengan para praktisi lokal. Permintaan LLA, program ini dapat dikawal bersama dengan tuntas karena efek tetesnya akan sangat besar. (bul)

Artikel LLA : Antisipasi NTB Hanya Jadi Penonton Shrimp Estate dan Lobster Estate pertama kali tampil pada SuaraNTB.

Artikel Asli