Banyak Yang Nggak Punya KTP Pemprov Siap Antar Jemput PMKS Ke Tempat Vaksinasi

rm.id | Nasional | Published at 09/09/2021 06:45
Banyak Yang Nggak Punya KTP Pemprov Siap Antar Jemput PMKS Ke Tempat Vaksinasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggenjot vaksinasi Covid-19 meskipun capaiannya sudah melebihi target. Salah satunya, membidik Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mengungkapkan, vaksinasi untuk PMKS kali ini merupakan kelanjutan program. Menurutnya, layanan vaksinasi Covid-19 untuk PMKS telah diberikan oleh Puskesmas di setiap wilayah sejak bulan Mei 2021.

Layanan vaksinasi (kali ini), berlaku untuk PMKS, beserta keluarganya. Vaksinasi ini bekerja sama dengan lintas organisasi perangkat daerah dan kolaborator. Catatan terakhir, sudah ada 389 orang dari kelompok ini yang sudah divaksin, kata Widyastuti di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jakarta Pusat, kemarin.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari menambahkan, total PMKS yang menjadi binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di DKI Jakarta tercatat 2.163 orang. Ditegaskannya, pihaknya akan terus mendukung program vaksinasi bagi PMKS dan masyarakat marginal, untuk memperkecil peluang penularan Covid-19.

Kami berupaya membantu sesuai peran dan wilayah kerja yang menjadi bagian Dinas Sosial, tegasnya.

Pendataan keikutsertaan vaksinasi bagi PMKS dilakukan Dinsos Provinsi DKI melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan mencocokkannya dengan data kependudukan di Dinas Dukcapil.

Premi menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan melalui berbagai cara. Ada yang vaksinatornya mendatangi langsung tempat tinggal mereka, seperti yang berlangsung di daerah Mangga Ubi, Jakarta Barat.

Kegiatan vaksinasi bekerja sama dengan Unit Pengelola Angkutan Sekolah Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI dengan cara membawa dan menjemput para PMKS dan warga marginal ke lokasi vaksin. Lokasi vaksinasi yang telah disiapkan berada di Pasar Ikan Modern, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Dan, kampung pemulung di Rawa Terate, Jakarta Timur.

Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak lain untuk mempermudah pelaksanaan vaksinasi. Ke depan, pelaksanaan vaksinasi akan diupayakan lebih dekat dengan tempat tinggal atau tempat aktivitas PMKS, imbuhnya.

Antar Jemput

Vaksinasi Covid-19 bagi PMKS di Jakarta Barat (Jakbar) yang semula akan digelar pada September 2021 ditunda ke bulan Oktober. Karena, banyak PMKS tidak punya Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Kami mendata dulu. Karena, setelah kami cek di lapangan, banyak yang nggak punya identitas sama sekali, ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakbar Tamo Sijabat, awal September lalu.

Para petugas Satpol PP di tingkat kecamatan dan kelurahan kini tengah mengumpulkan data PMKS di Jakbar. Data yang sudah dikumpulkan akan dicocokkan dengan data Dukcapil. Jumlah PMKS di Jakbar yang akan menerima vaksinasi Covid-19 ditargetkan mencapai 4.000 orang. Teknis vaksinasinya, petugas akan menjemput PMKS untuk diantarkan ke gerai dan sentra vaksinasi Covid-19. Setelah selesai, petugas akan mengantar kembali PMKS ke tempat tinggalnya masing-masing oleh petugas.

Warga yang menerima vaksin juga nanti akan diberikan sembako. Pada intinya, semua pihak yang akan terlibat sudah siap. Tinggal menunggu data lengkap saja, kalau sudah ada, tinggal jalan, yakin Tamo.

Sebagai informasi, proses vaksinasi di DKI Jakarta masih terus berlangsung. Data per Selasa (7/9) untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 9.936.109 orang (111,1 persen). Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 6.352.981 orang (71,1 persen). Kemudian, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 83,3 persen dan untuk dosis 2 sebanyak 63,3 persen. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 118 persen dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 71,4 persen.

Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 87,9 persen dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 76,3 persen. Sementara Vaksinasi Gotong Royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 202.890 orang dan dosis 2 sebanyak 170.278 orang.

Banyak Belum Divaksin

Secara umum, capaian vaksinasi Covid-19 di Jakarta cukup tinggi. Kendati begitu, merujuk data Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id , masih ada 100 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta dengan capaian vaksinasinya terendah. Berdasarkan data per Senin (6/9), rata-rata capaian vaksinasi di sejumlah RT tersebut di bawah 70 persen. Di antaranya di RT 018, Rukun Warga (RW) 003 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Capaian vaksinasi di lokasi itu baru sekitar 56,24 persen. Dari 1.458 sasaran vaksinasi, baru 820 orang yang mendapatkan vaksin dosis pertama, sementara 638 orang belum mendapatkan vaksin.

Kemudian, RT 005, RW 004 Kelurahan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, dengan capaian vaksinasi baru 63,5 persen. Dari 1.400 sasaran vaksinasi, baru 899 orang yang mendapat suntikan dosis pertama, dan 511 orang belum divaksin.

Selanjutnya RT 016, RW 017, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Dari 4.560 orang sasaran vaksin, suntikan dosis pertama baru 2.194 orang dan dosis kedua 1.220 orang. Kemudian di RT 009 RW 008, Cakung Barat, Jakarta Timur. Dari 3.129 orang sasaran vaksin, suntikan dosis pertama 2.093 orang, dosis kedua 1.293 orang, dan 1.036 orang belum divaksin.

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menyebut, jumlah vaksinasi di Jakarta terbilang tinggi dibandingkan provinsi lain. Yakni, di atas 100 persen. Namun begitu, bukan berarti semua warga Ibu Kota sudah divaksin.

Ada sekitar 1,5 juta penduduk yang divaksinasi bukan KTP DKI, ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui hal itu. Masih ada 2,7 juta warga DKI yang harus divaksin. Selama ini, kami tidak pernah memberikan vaksinasi dengan membedakan berdasarkan KTP. Siapa saja yang datang untuk vaksinasi kami berikan, pungkasnya. [FAQ]

Artikel Asli