Asteroid Besar `Berpotensi Bahaya` akan Melintas Dekat Bumi

limapagi.id | Nasional | Published at 09/09/2021 07:00
Asteroid Besar `Berpotensi Bahaya` akan Melintas Dekat Bumi

LIMAPAGI Sebuah asteroid berpotensi berbahaya, bernama 2021 NY1 akan melintas dekat Bumi pada 22 September 2021. Besar asteroid ini diperkirakan mencapai 300 meter.

Pertama kali ditemukan pada 12 Juni 2021, asteroid ini telah diklasifikasikan sebagai Asteroid Berbahaya (PHA) oleh NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL).

Menurut pernyataan peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang kepada Limapagi.id, asteroid ini dikategorikan bahaya berdasarkan dua hal.

Pertama, karena besarnya ukuran asteroid 2021 NY1 yakni sekitar 300 meter. Kemudian yang kedua, karena jaraknya yang cenderung dekat dengan Bumi.

Dalam astronomi, terdapat jarak potongan orbit minimum yang menjadi acuan dalam mengategorikan apakah sebuah objek berbahaya atau tidak.

Jika jaraknya lebih kecil dari 0,05 satuan astronomi atau 7,5 juta kilometer, sebuah objek dapat dikatakan berbahaya.

Menurut peneliti LAPAN, asteroid 2021 NY1 ini memiliki jarak 0,009 satuan astronomi atau 1.350.000 kilometer dari Bumi. Sehingga, berdasarkan kedua hal tersebut, asteroid ini dikategorikan berbahaya.

Namun, tidak perlu khawatir, karena menurut penjelasan LAPAN, asteroid ini akan melintas dekat Bumi dengan jarak aman, yakni pada 3,9 lunar distance atau sekitar 1.500.000 kilometer dari Bumi.

Dengan jarak demikian, kemungkinan besar asteroid tidak akan tertarik oleh gravitasi Bumi. Sebuah objek luar angkasa dapat tertarik oleh gravitasi jika berjarak sekitar 600.000 kilometer dari Bumi.

LAPAN juga menuturkan bahwa secara umum, fenomena ini tidak akan berdampak pada cuaca atau iklim di Bumi.

Asteroid ini mengorbit matahari selama 1.400 hari atau 3,8 tahun. Pada 12 September 2021, ia akan berada di titik terdekatnya dengan matahari atau yang disebut perihelion.

Dikatakan juga bahwa asteroid ini memiliki kemiringan orbit yang cukup datar, yaitu 6,2 derajat. Pada umumnya, kemiringan orbit asteroid mencapai 50-70 derajat.

Semakin miring sebuah orbit, maka benda langit dapat disaksikan oleh pengamat, sehingga mungkin asteroid ini akan sulit terlihat karena orbitnya yang cukup datar.

Sedangkan tingkat kelonjongan orbit sebesar 0,6 derajat. Hampir sama dengan Merkurius yang memiliki orbit paling lonjong dibandingkan planet lain, yaitu 0,2 derajat.

Semakin lonjong orbit, maka titik perihelion akan lebih pendek dari aphelion. Sehinga, pada saat asteroid ini mencapai titik perihelion, ia akan bergerak lebih cepat.

Asteroid 2021 NY1 ini bergerak dengan kelajuan 9,35 meter per detik, atau 300.000 kilometer per jam, atau sekitar 27 kali kecepatan suara.

Artikel Asli