Netizen Mulai Waswas Varian Baru Covid-19 Mu Lebih Sadis Dari Delta Masih Prediksi, Tetap 3M Dan Vaksinasi!

rm.id | Nasional | Published at 09/09/2021 06:10
Netizen Mulai Waswas Varian Baru Covid-19 Mu Lebih Sadis Dari Delta Masih Prediksi, Tetap 3M Dan Vaksinasi!

Virus Corona varian Mu, bikin netizen waswas. Apalagi, kebijakan pemerintah terkait virus yang ditemukan di Kolombia ini belum terdengar nyaring.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) per akhir Agustus 2021 memasukkan virus Corona varian Mu atau B1621 ke dalam kategori Variant of Interest (VoI). Varian Mu memiliki kemampuan genetik yang dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Netizen khawatir akan keganasan Mu melebihi virus Corona varian Delta yang telah merengggut nyawa jutaan manusia. Seperti tingkat keparahan penyakit, pelepasan kekebalan, penularan, hingga kemampuan menghindari diagnostik maupun pengobatan dikhawatirkan lebih berbahaya dari Delta.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, indikasi karakteristik Mu lebih ganas dibanding Delta masih sebatas perkiraan. Namun, dia membenarkan, varian Mu sudah mengalami perubahan pada susunan genetik, dan diprediksi dapat memperbarui karakteristik virus.

Masih terus diteliti lebih dalam (lagi), kata Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI) itu.

Sejauh ini, kata Wiku, berdasarkan data Whole Genome Sequencing (WGS) per 6 September 2021, varian Mu belum ditemukan di Indonesia. Namun, pemerintah sudah berupaya mencegah masuknya varian tersebut ke Tanah Air.

Melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing , serta persyaratan vaksin, ungkap Wiku.

Adjunct Professor di bidang Infectious Disease and Global Health di Tufts University ini menambahkan, upaya pemerintah mencegah munculnya varian baru di dalam negeri melalui vaksinasi dan kebijakan menyeluruh.

Hal tersebut hanya dapat berhasil jika dibarengi peran aktif masyarakat yang tetap disiplin 3M dan divaksinasi, tandas Wiku.

Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia, Prof Zubairi dalam akun @ProfessorZubairi menjelaskan karakteristik virus Corona varian Mu. Kata dia, varian Mu ditemukan di Kolombia pada Januari 2021 dengan status Variant of Interest dan belum termasuk dalam Variants of Concern .

Dengan status VoI tersebut, @ProfessorZubairi menduga, varian Mu belum mengungguli varian Delta. Kendati begitu, varian Mu tetap memiliki potensi lolos dari kekebalan vaksin dan alami.

Bisa jadi ancaman lebih besar, tapi sepertinya tidak, tulis @ProfessorZubairi .

Akun @jedi_fj menyarankan pemerintah menutup sementara penerbangan dari luar negeri ke Tanah Air. Jangan nanti rakyat kecil dan pegawai mall dikorbankan, katanya.

Akun @Aditya Saktinegara menyambung. Dia meminta petugas bandara memonitor ketat pendatang dari luar negeri. Harus dipastikan para peloncong tersebut tidak membawa virus Corona dengan segala variannya.

Bandara terutama, harus betul-betul diawasi yang dari luar negeri. Jangan sampai seperti varian Delta dari India masuk, ujar @Aceng_Susanto .

Akun @Muljadi menimpali. Dia meminta penegakan hukum bagi oknum-oknum yang memasukkan orang asing maupun Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri tanpa prosedur. Terhadap mereka harus dijatuhi sanksi seberat-beratnya, ujarnya.

Akun @03_nakula membeberkan kebijakan pemerintah dalam rangka mengantisipasi masuknya varian u ke Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperkuat skrining di pintu masuk di Tanah air.

Khususnya untuk WNI/WNA yang punya riwayat perjalanan ke Ekuador, Kolombia dan negara yang melaporkan adanya varian MU, kata @03_nakula .

Menurut @WarHasNotEndYet , Kemenkes juga terus memantau penyebaran varian Mu. Soalnya, varian Mu bisa memicu munculnya gelombang ketiga Covid-19 dan menghancurkan kerja keras pemerintah yang selama ini menekan laju penyebaran Covid-19. Jangan lengah dan abai, ingat protokol kesehatan (prokes), ingatnya.

Pemerintah juga memperketat bandara dan pelabuhan internasional untuk mencegah Covid varian Mu masuk ke Indonesia, sambung @Hadimakmul . [TIF]

Artikel Asli