Literasi Digital untuk Pembelajaran Jarak Jauh yang Berkualitas di NTB

lombokpost | Nasional | Published at 09/09/2021 05:58
Literasi Digital untuk Pembelajaran Jarak Jauh yang Berkualitas di NTB

TAHUN ini, Hari Literasi Internasional yang jatuh pada 8 September 2021 mengangkat tema literasi yang berpusat pada kemanusiaan, demi mengatasi kesenjangan digital. Tema ini mendorong saya untuk berbagi cerita soal bagaimana seharusnya literasi digital dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengakses pembelajaran jarak jauh, terlepas dari keterbatasan yang ada.

Saat ini, kita berada pada masa transisi. Selama pandemik Covid-19 berlangsung, kita diminta berdamai dengan penggunaan teknologi pada semua kegiatan, termasuk dalam proses pembelajaran jarak jauh yang telah berlangsung selama hampir dua tahun terakhir.

Jika dulu kita bisa meningkatkan kecakapan literasi dengan mengunjungi perpustakaan dan belajar membaca, kini kita dituntut memilki kecakapan memahami teknologi digital. Kita dituntut mampu beradaptasi dengan penggunaan teknologi, demi meningkatkan pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di NTB yang belum lama ini terdampak gempa dahsyat.

Sejak April 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) terus berupaya mendukung pembelajaran jarak jauh di tengah pandemik Covid-19. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak, khususnya anak perempuan, bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan setara di tengah pandemik Covid-19.

Pada Juni 2021, Plan Indonesia secara resmi melanjutkan upaya untuk menyediakan lingkungan pembelajaran jarak jauh yang nyaman melalui praktik penggunaan teknologi digital di Kabupaten Lombok Utara. Khususnya, melalui program BRIGHT ( Bringing Girls to High Potentials through Joyful Learning ). Program ini bertujuan mendampingi guru, anak-anak, pemerintah, dan orang tua untuk belajar meningkatkan literasi dan keahlian digital bersama, demi terwujudnya lingkungan pembelajaran berbasis digital yang setara.

Namun, pada pelaksanaannya, Plan Indonesia menemukan berbagai informasi yang perlu menjadi perhatian. Dalam proses pengumpulan data awal, seorang pengambil data bertanya, Apakah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakkan aplikasi bisa dianggap sebagai cara yang baik untuk mendukung proses belajar mengajar secara online ?

Sebab, menurut sang penanya, keterbatasan akses internet serta jaringan tidak memungkinkan pembelajaran jarak jauh yang baik di Lombok Utara. Lebih jauh, Plan Indonesia menemukan bahwa tenaga pendidik dituntut memiliki pengetahuan digital yang baik, padahal mereka sendiri memiliki keterbatasan dalam mengakses internet.

Kesulitan yang dialami tenaga pendidik pun berimbas terhadap kualitas pendidikan yang diperoleh oleh murid. Temuan di lapangan menunjukkan, anak-anak masih terus berjuang dan belajar untuk menyesuaikan diri dengan situasi. Banyak keluhan yang muncul dari mereka, seperti kurangnya penjelasan materi dari guru, banyaknya tugas yang dibebankan, juga situasi keluarga yang memaksa mereka harus berbagi laptop atau handphone saat belajar dari rumah. Ini semua berdampak pada kurangnya ketertarikan anak-anak pada pembelajaran online . Mereka juga tidak mampu memahami materi dengan baik.

Pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan agar proses pembelajaran jarak jauh ini lebih menyenangkan bagi semua pihak? Adakah cara yang bisa kita lakukan, agar literasi digital terwujud secara lebih baik?

Jawabannya, sebenarnya, ada. Ada cara yang bisa dicoba oleh tenaga pendidik dalam menjadikan proses belajar-mengajar lebih menarik bagi murid. Berbagai aplikasi juga dapat menjadikan proses belajar lebih efektif dan menyenangkan. Misal, dengan menggunakan perangkat dari Google, seperti Google Classroom, Google Meet, juga Google Slides, alih-alih hanya membagikan materi dan memberikan penilaian menggunakan WhatsApp.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan banyak kemudahan bagi tenaga pendidik. Secara khusus, pemerintah memberikan akses sumber mengajar online lewat berbagai platform yang bisa diakses pendidik. Jika dimaksimalkan, proses transfer pengetahuan seharusnya dapat berjalan dengan baik dan berkualitas.

Jika kita menjadi lebih terbuka dengan berbagai akses digital yang ada, guru dan sekolah mungkin akan lebih berdamai dengan pembelajaran tatap muka terbatas. Apalagi, penguasaan digital akan menjadi pengetahuan yang terus digunakan sampai kapan pun, termasuk hingga pandemik Covid-19 ini usai. Keahlian, pengetahuan, pemamahan teknologi serta kemampuan menggunakan informasi maupun fitur pada aplikasi digital diharapkan bisa terus dikembangkan. Sampai kapan pun

Plan Indonesia akan terus berupaya mendorong tercipatanya solusi-solusi sederhana yang bisa dipraktikkan oleh tenaga pendidik maupun murid di tengah pandemik Covid-19 ini. Melalui program BRIGHT, Plan Indonesia juga akan membuat panduan pemakaian aplikasi pembelajaran serta panduan untuk mengintegrasikan aplikasi tersebut dalam proses pembelajaran di NTB. Melalui pembinaan yang diberikan secara berkala, Plan Indonesia juga mendorong agar orang tua dan pemerintah terus memberikan dukungan agar anak-anak dapat memiliki literasi digital yang baik.

Harapannya, dengan kepemilikan literasi digital, kita dapat bersaing dalam menciptakan karya, gagasan, ide, produk, atau layanan yang bermanfaat bagi masyarakat secara umum. Kita semua harus bersama-sama berbagi pengetahuan dan keahlian literasi digital dalam bentuk apa pun, sehingga generasi penerus bangsa, baik laki-laki maupun perempuan, bisa menjadi generasi yang piawai mengakses dan menggunakan teknologi digital dalam segala karyanya. (*)

Artikel Asli