Bersedia Divaksin Covid-19, Karyawan di Singapura Diberi Hadiah

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 05:38
Bersedia Divaksin Covid-19, Karyawan di Singapura Diberi Hadiah

JawaPos.com Dorongan agar semua orang bersedia divaksinasi Covid-19 dilakukan tak hanya oleh pemerintah, tetapi juga kalangan swasta. Di Singapura, mayoritas perusahaan bagi-bagi hadiah bagi karyawan yang bersedia divaksinasi.

Berdasarkan survei oleh situs kerja yang berbasis di Amerika Serikat, Indeed, sebanyak 66 persen pengusaha yang disurvei sudah menawarkan insentif kepada anggota staf untuk divaksinasi. Survei dilakukan antara Juli dan Agustus.

Bberapa insentif berupa cuti berbayar (71 persen), bonus uang tunai (45 persen), hadiah seperti voucher makan malam (41 persen), pelatihan tambahan (30 persen), dan hadiah non tunai (24 persen). Lalu 61 persen dari hadiah tunai bernilai antara SGD 50-200. Sementara, 34 persen bernilai antara SGD 201-500. Nilai rata-rata dari hadiah adalah SGD 235.

Karyawan juga mengatakan bahwa mereka akan lebih mungkin divaksinasi jika mereka diberi cuti (56 persen), cuti terkait vaksin untuk mereka yang mengalami efek samping (56 persen) atau bonus (52 persen). Dan hanya40 persen pengusaha yang belum meluncurkan insentif. Mereka sedang mempertimbangkan untuk melakukannya

Selain itu, sekitar 8 dari 10 (82 persen) karyawan dan pengusaha di Singapura percaya bahwa vaksinasi terhadap Covid-19 harus diwajibkan di tempat kerja. Survei juga menemukan bahwa sekitar 5 dari 10 karyawan (54 persen) merasa rekan kerja mereka yang secara aktif memilih untuk tidak divaksinasi harus diberhentikan. Hampir 4 dari 10 (39 persen), merasa bahwa pemecatan adalah langkah yang terlalu jauh.

Survei tersebut mensurvei 1.000 karyawan dan 251 pengusaha di sektor teknologi, perbankan, keuangan, dan perusahaan di Singapura. Temuannya dirilis pada Selasa (7/9).

Jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 79 persen pengusaha dan 84 persen karyawan setuju bahwa perusahaan harus memiliki visibilitas tentang siapa di antara anggota staf mereka yang divaksinasi dan siapa yang tidak.Dukungan kuat untuk vaksinasi menunjukkan keinginan untuk meninggalkan pandemi yang telah memakan korban ekonomi, fisik, dan emosional.

Pengusaha dan karyawan menginginkan transparansi seputar status vaksinasi pekerja dan kolega mereka.Hampir semua bisnis (95 persen) mengatakan bahwa mereka mengizinkan pekerja pihak ketiga masuk ke tempat kerja mereka dengan pembatasan seperti mewajibkan memakai masker.

Artikel Asli