Alhamdulillah, Kini Surabaya Raya Semua Sudah Menguning

jawapos | Nasional | Published at 09/09/2021 05:39
Alhamdulillah, Kini Surabaya Raya Semua Sudah Menguning

JawaPos.com- Kota Pudak Gresik akhirnya menyusul Surabaya dan Sidoarjo. Mentas dari zona oranye atau risiko sedang persebaran Covid-19. Data terbaru dari Pemprov Jatim, per Rabu (8/9), Gresik sudah kembali ke zona kuning (risiko rendah). Dengan demikian, wilayah aglomerasi Surabaya Raya semua telah menguning.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengungkapkan, pihaknya bersyukur atas perubahan zona tersebut. Alhamdulillah, semuanya bisa dicapai karena kekompakan seluruh elemen masyarakat. Dengan zona kuning semoga kegiatan roda ekonomi bisa berjalan semakin membaik, sehingga masyarakat Gresik yang terdampak Covid-19 bisa bangkit kembali, ujarnya, Kamis (9/9).

Dalam catatan Jawa Pos beberapa pekan terakhir, tidak jauh beda dengan Surabaya dan Sidoarjo, memang kasus Covid-19 di Gresik juga semakin membaik. Bed occupancy rate (BOR) terus menurun. Jumlah kasus aktif atau pasien terkonfirmasi positif yang masih dalam perawatan di rumah sakit ataupun isolasi mandiri pun hanya tinggal 143 orang.

Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Jatim, jumlah kasus aktif tersebut menempatkan Gresik di posisi tengah-tengah. Yang cukup mengejutkan adalah capaian perkembangan di Sidoarjo. Kasus aktif di Kota Delta, kini tinggal 144 orang. Hanya berselisih 1 orang saja dengan Gresik. Padahal, dari jumlah penduduk, Sidoarjo jauh lebih besar.

Sebelumnya, Sidoarjo juga sudah mentas lebih dulu dari zona oranye ke kuning, menyusul Surabaya. Sedangkan Gresik sempat tertinggal. Namun, berbeda dengan Surabaya dan Sidoarjo yang baru kali pertama berada di zona kuning sejak pandemi Covid-19, Gresik tersebut sudah pernah di zona kuning. Yakni, pada 27 Oktober 2020 dan 30 Maret 2021. Namun, Juli 2021 kembali memerah.

Dengan beralihnya status zonasi Gresik ke kuning, tampaknya menjadi peluang besar wilayah aglomerasi Surabaya Raya turun ke PPKM level 2. Namun, kepastiannya tentu menunggu keputusan pemerintah pada lanjutan pengumuman perpanjangan PPKM di Jawa-Bali, yang berakhir 13 September mendatang.

Pada pekan ini, dari hasil asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sejatinya Surabaya Raya sudah masuk dalam PPKM level 2. Artinya, ada kelonggaran-kelonggaran lebih. Tapi, mengacu Instruksi Mendari (Inmendargri) Nomor 39 Tahun 2021, Surabaya Raya masih di level 3. Salah satu penyebabnya karena status zonasi untuk Gresik masih oranye.

Kendati Surabaya Raya telah menguning, namun yang tetap menjadi catatan adalah menekan seminimal mungkin jumlah tambahan kasus positif harian. Sebab, setiap hari selalu ada tambahan kasus positif baru. Di Surabaya, misalnya. Pada Rabu (8/9), masih terdapat 45 orang terpapar Covid-19. Lalu, di Sidoarjo 19 orang dan Gresik 22 orang.

Selain terus menabuh genderang perang agar semua elemen masyarakat tetap patuh protokol kesehatan (prokes) dan rambu-rambu seperti tertuang dalam Inmendagri. Yang juga mesti berjalan linier adalah akselerasi vaksinasi. Sejauh ini, cakupan vaksinasi di Surabaya Raya, terbilang jomplang . Realisasi vaksin di Kota Surabaya jauh melampuai Sidoarjo dan Gresik.

Data terbaru dari Kemenkes RI per 8 September, untuk Surabaya sudah sebanyak 2.095.406 jiwa penduduknya atau 94,47 persen yang tervaksin dosis pertama. Sedangkan di Sidoarjo baru 675.475 orang atau 41,8 persen, Untuk Gresik lebih tertinggal lagi, Dosis pertama baru 395.483 orang atau 39,09 persen.

Sementara itu, untuk vaksinasi dosis kedua, Kota Surabaya sudah mencapai 1.391.496 orang (62,73 persen), Sidoarjo 401.118 orang (24,84 persen), dan Gresik 189.206 orang (18.70 persen). Sesuai ketentuan WHO, untuk dapat terwujud peluang herd immunity atau kekebalan komunal, cakupan vaksinasi lengkap (dosis I dan II) minimal 70 persen dari jumlah penduduk.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, perubahan zonasi Gresik ke kuning tersebut tentu berkat kerja keras dan kerja sama semua stakeholder, Baik TNI-Polri, pemkab, jajaran Forkopimda, serta elemen masyarakat lainnya. Alhamdulillah, kita semua bersyukur, ujar perwira menengah yang bakal mendapat promosi jabatan baru di Mabes Polri itu, Kamis (9/9).

Namun, kendati telah kembali ke zona kuning, dia pun mewanti-wanti dan mengajak untuk tetap patuh 5M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Sebab, kalau masyarakat abai, maka potensi kembali terjadi lonjakan menjadi terbuka. Tidak perlu euforia berlebihan. Walaupun sudah vaksin sekalipun, tetapi kita mesti tetap disiplin prokes. Sebab, untuk memutus persebaran Covid-19, kuncinya prokes itu, tegas Arief.

Artikel Asli