Viral! Video Pelajar SMP Dikeroyok Anak SD di Bulukumba

bukamatanews | Nasional | Published at 09/09/2021 04:55
Viral! Video Pelajar SMP Dikeroyok Anak SD di Bulukumba

BUKAMATA, BULUKUMBA - Gadis berbaju biru langit ini sedang berusaha menghalau pukulan. Tangannya terus melindungi wajahnya yang imut. Baju pontang-panting saat 5 orang perempuan berusia belia mengelilinginya sembari memukul.

Dua orang diantara mereka memegang handphone. Mengabadikannya dalam bentu video. Yang lain terus-terusan melayangkan pukulan ke wajah gadis yang masih menginjak bangku SMP tersebut.

"Di tengah ko, jangan ko ditempat sempit," kata seorang perempuan dalam video tersebut.

Adegan ini bukan rekayasa. Fakta dan terjadi di Bulukumba. Lagi dan lagi, dunia pendidikan tercoreng. Bumi Panrita Lopi, kembali viral di jagad maya. Video sekelompok pelajar menganiayah satu orang pelajar lainnya, Viral.

Video ini telah tersebar di platform sosial media. WhatsApp dan Facebook. Beragam komentar berseliweran, termasuk video ini dibagikan terus menerus oleh warganet.

Setelah dilakukan penelusuran, video penganiayaan pelajar SMP oleh pelajar lainnya, terjadi di salah satu sekolah dasar di kecamatan Ujungloe.

Menurut informasi, kejadian pengeroyokan ini sejak Agustus 2021 lalu, namun baru viral sejak Rabu, (8/9/2021). Korban adalah MA, usianya 14 Tahun, sedangkan pelaku adalah murid sekolah dasar.

Motifnya sepele. Hanya saling ejek, hingga akhirnya mereka janjian untuk bertemu dan terjadilah pengeroyokan.

Pengeroyokan itu bermula ketika korban mengejeksekolahpelaku. Sehingga membuat pelaku tersingung hingga mengajak korban bertemu.

"Kejadiannya sudah 10 hari lalu di SD Lonrong, videonya baru viral kemarin di WhatsApp," kata ibu korban, inisial SU.

Korban kata orang tuanya telah dilakukan visum untuk mengetahui luka yang dialami, di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba mulai angkat bicara.

"Iya benar,kejadiannya minggu lalu tepatnya di ruang kelas SD di Ujungloe" Kata Kadisdikbud, Ahmad Januaris.

Video ini baru diketahui pihak sekolah setelah beredas luas. Peristiwanya pun terjadi di luar jam sekolah, saat sore hari.

Pihaknya kata Januaris, sedang melakukan upaya mediasi terhada orang tua siswa. Terlebih, mereka bertetangga dan memiliki hubungan keluarga.

"Kita berharap agar persoalan ini cepat terselesaikan dengan baik. Kita berharap videonya tidak lagi terus terusan disebar luaskan" jelas Januaris.

Artikel Asli