Taliban Buka Pintu untuk Semua Negara, Tapi Mohon Maaf Israel Dilarang Masuk

radartegal | Nasional | Published at 09/09/2021 04:45
Taliban Buka Pintu untuk Semua Negara, Tapi Mohon Maaf Israel Dilarang Masuk

Pemerintahan interim Afghanistan mengaku siap menjalin kerja sama dan membangun dialog dengan negara-negara lain di dunia, kecuali Israel.

"Kami ingin memiliki hubungan dengan negara-negara lain, tapi tidak ingin memiliki hubungan dengan Israel," kata juru bicara Taliban, Shuhail Shaheen, seperti dikutip Sputnik News, Rabu (8/9).

Shaheen tak menjelaskan alasan alasan detail Afghanistan tak akan ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Menurutnya, Israel tidak masuk daftar diantara negara-negara lain.

khususnya, Afghanistan ingin menjalin hubungan dengan semua negara tetangga dan kawasan, termasuk Amerika Serikat.

"Ya, tentu saja. Dalam babak baru, jika Amerika ingin memiliki hubungan dengan kami, yang bisa menjadi kepentingan kedua negara dan kedua bangsa," ujarnya.

"Selain itu, jika mereka ingin berpartisipasi dalam rekonstruksi Afghanistan, mereka dipersilakan," sambungnya.

Dapat diketahui, Taliban memang kerap menggunakan narasi anti-Israel dalam propagandanya. Mereka pun tetap memunculkan narasi serupa setelah merebut kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus lalu.

Sementara itu, Taliban akhirnya resmi mengumumkan, Mullah Mohammad Hasan Akhund didapuk menjadi pemimpin utama pemerintahan baru di Afghanistan. Taliban mengumumkan itu,Selasa (7/9) waktu setempat.

Juru bicara kepala Zabihullah Mujahid mengatakan salah satu pendiri Taliban, yakni Abdul Ghani Baradar juga akan mengisi posisi strategis di pemerintahan. Dia akan menjadi wakil pemimpin di pemerintahan berikutnya.

Sebelumnya, Zabihullah mengatakan pemerintahan baru Afghanistan akan mewakili seluruh kelompok yang ada. Sejumlah mantan pejabat militer era pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang digulingkan juga akan bergabung dalam pemerintahan baru rezim Taliban.

Mengutip Reuters, kabinet yang akan dipimpin Taliban nanti berisi 25 menteri serta 12 anggota dewan penasihat atau syura yang terdiri dari 12 cendekiawan muslim. Akan tetapi, sejauh ini belum ada pernyataan lebih lanjut dari Taliban ihwal kabar tersebut.

Sempat beredar empat nama yang dikabarkan bakal memimpin pemerintah Afghanistan, yakni Abdul Ghani Mullah Baradar, Haibatullah Akhundzada, Sher Mohammad Abbas Stanikzai serta Mullah Mohammad Yaqoob.

Dari sejumlah nama tersebut, sejauh ini hanya Abdul Ghani Mullah Baradar yang telah diberikan jabatan strategis, yakni wakil pemimpin pemerintahan Afghanistan. (fin/zul)

Artikel Asli