Bank Andil Tingkatkan Layanan Kesehatan

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 09/09/2021 01:03
Bank Andil Tingkatkan Layanan Kesehatan

JAKARTA - Perbankan bisa turut andil dalam meningkatkan layanan kesehatan. Sebab sarana dan prasarana fasilitas kesehatan tiap daerah belum merata. Demikian disampaikan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, di Jakarta, Rabu (8/9).

"Perbankan bisa turut andil dalam upaya memenuhi fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan," ujarnya. Dia menyebut, perbankan sebagai klaster keuangan menjadi salah satu bagian penting ekosistem Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ghufron menerangkan, peran perbankan tidak hanya kunci dalam meningkatkan kolektabilitas iuran. Perannya dapat lebih optimal dalam mendorong peningkatan kualitas layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan.

"BPJS Kesehatan mendukung upaya perbankan untuk menyukseskan Program JKN-KIS. Salah satu tantangannya agar kualitas layanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan bermutu serta merata di seluruh wilayah," jelasnya.

Bank Daerah

Lebih jauh Ghufron mencontohkan, salah satu kolaborasi BPJS Kesehatan dengan perbankan di daerah terkait fasilitas pembiayaan fasilitas kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan. Hal ini dapat digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana.

Dia menilai, langkah tersebut dapat membantu fasilitas kesehatan meningkatkan kapabilitasnya. Ini terutama dalam upaya pemberian layanan kesehatan yang sesuai dengan peserta JKN-KIS. Dengan semangat local wisdom , fasilitas pembiayaan dapat lebih tepat sasaran. "Bank daerah diharapkan dapat menjangkau wilayah-wilayah kerja fasilitas kesehatan lebih dalam yang mungkin belum terjangkau bank nasional," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan, Mundiharno, mengungkapkan selain pembiayaan bagi fasilitas kesehatan, kerja sama lain yang patut diapresiasi adalah pemanfaatan program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Hal ini agar pembayaran iuran peserta PBPU/BP kelas 3 yang menunggak di daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

"Sinergi CSR ini dapat membantu peserta JKN-KIS yang tengah kesulitan agar tidak terputus akses layanan kesehatannya," katanya. Mundiharno menerangkan, kondisi pandemi Covid-19 tentu juga berdampak pada kemampuan masyarakat dari sisi ekonomi. Untuk memastikan peserta JKN-KIS tetap aktif, perlu kerja sama terkait inovasi-inovasi pendanaan dengan instansi dan pihak-pihak terkait. Salah satunya dengan perbankan.

Artikel Asli