Siswa Semangat Tatap Muka

koran-jakarta.com | Nasional | Published at 09/09/2021 01:00
Siswa Semangat Tatap Muka

JAKARTA - Murid-murid tampak penuh semangat dan bergembira mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Kesan ini disampaikan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, saat
meninjau pelaksanaan PTM di SD Tarakanita 5 Rawamangun, SMAK Penabur Kelapa Gading, dan SMKN 19 Jakarta, Rabu (8/9).

"Kesan saya, para siswa bergairah. Mereka bersemangat. Ya, mudah-mudahan bisabelajar dengan baik, walaupun masih bergilir, dengan protokol kesehatan ketat," kata Wapres. Ma'ruf mengatakan, anak-anak merasa gembira sekali karena dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekolah.

Sejak pandemi, seluruh kegiatan belajar mengajar diganti pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Anak-anak gembira sekali karena bisa belajar langsung. Kemudian kendala internet, yang biasanya ditemui saat daring, tidak ada lagi karena sekarang belajar langsung," katanya.

Selain itu, kata Ma'ruf Amin, dari segi psikologis, murid-murid juga merasa lebih senang menjalani PTM karena dapat bertemu langsung teman-teman. "Jadi, para siswa kelihatannya semua menginginkan pembelajaran tatap muka. Belajarnya jadi lebih optimal," katanya.

Wapres minta sekolah yang sudah menyelenggarakan PTM mengevaluasi setiap pekan. Hal itu, terutama terkait dengan penerapan protokol kesehatan demi keamanan setiap siswa, guru, dan segenap elemen sekolah. "Ancaman Covid-19 belum berakhir. Saya minta semua warga sekolah tetap berhati-hati dan waspada. Tetaplah disiplin melaksanakan protokol kesehatan," ucapnya.

Pemda

Sementara itu, terkait pelaksanaan PTM terbatas diputuskan pemerintah daerah (pemda) dengan memberlakukan asesmen dan regulasi ketat. "Ketentuan mengenai dibuka atau tidak, pertama pemda yang menentukan. Pemda membuat aturan-aturan seleksi. Tiap pemda punya spesifikasi," kata Wapres. Hal paling penting pelaksanaan PTM adalah izin orang tua.

Syarat lain, siswa dan guru yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah harus sudah divaksin. Wapres mengatakan hampir seluruh siswa dan tenaga pendidik di sekolah yang dikunnjungi telah divaksin dosis kedua.

"Saya lihat hampir semuanya sudah divaksin dua kali. Saya tanya semua. Kemudian juga guru-gurunya," tambahnya. Kemudian, syarat lain lagi adalah anggota keluarga satu rumah siswa dan guru tidak boleh ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Apabila ada siswa, guru atau anggota keluarga mereka yang terpapar, kegiatan PTM dihentikan dan sekolah harus diisolasi.

"Kalau ada siswa yang di rumahnya terpapar, dia tidak boleh ikut PTM. Kalau gurunya terpapar juga tidak boleh mengajar. Kalau di sekolah ada yang terpapar, diisolasi atau ditutup," tuturnya

Artikel Asli