Loading...
Loading…
DKI Zero Zona Merah Anies Tetap Kalem

DKI Zero Zona Merah Anies Tetap Kalem

Nasional | rm.id | Rabu, 08 September 2021 - 07:50

Penanganan Corona di DKI Jakarta terus menunjukkan kemajuan yang baik. Kasus positif harian yang terus menurun, membuat Ibu Kota kini berstatus zero zona merah. Keberhasilan ini membuat Pemprov DKI Jakarta mendapat banyak pujian dan apresiasi. Namun, menyikapi itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memilih tetap kalem.

Saat puncak Corona di bulan Juni dan Juli kemarin, Jakarta jadi salah satu provinsi yang tingkat penularannya cukup tinggi. Tingginya kasus harian, membuat seluruh rumah sakit di Jakarta nyaris kolaps. Banyak warga Ibu Kota yang terpapar Corona terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah. Angka kematian akhirnya melonjak tajam.

Kondisi itu, membuat Anies Baswedan mengumumkan kondisi di Jakarta dalam kondisi genting. Hampir seluruh wilayah di Ibu Kota masuk zona merah penyebaran Corona. Termasuk wilayah di Kepulauan Seribu.

Setelah 2 bulan dihajar Corona, Jakarta mulai menunjukkan kemajuan. Kasus positif anjlok, sedangkan angka kesembuhan melonjak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kemarin ada 262 kasus Corona di Jakarta. Dengan penambahan itu, total kasus Corona di Jakarta mencapai 853.171 sejak awal pandemi. Sedangkan untuk kasus aktif di Jakarta kini tinggal 4.779 kasus.

Baca Juga :
Anies akan Tutup Mal hingga Bioskop di Zona Merah 12-16 Mei 2021

Persentase kasus positif selama sepekan terakhir juga terus terjun hingga mencapai 3,2 persen. Artinya, persentase itu sudah lebih rendah dari target Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebesar lima persen.

Penyebaran Corona yang mulai terkendali, membuat status zona merah di Jakarta nihil. Berdasarkan data corona.jakarta.go.id periode 6 September hingga 12 September 2021, total 30.482 rukun tetangga (RT), termasuk Kepulauan Seribu kini bersatus zero zona merah.

Adapun rinciannya sebanyak 28.949 RT berstatus zona hijau, zona kuning 1.523 RT, dan zona oranye hanya 10 RT. Dominasi RT dengan zona hijau berada di Jakarta Timur. Jumlahnya mencapai 7.582 RT.

Menurut catatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI, hampir 70 persen atau 6,22 juta warga Ibu Kota sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dua dosis. Sementara dosis pertama sudah mendekati 10 juta orang, atau tepatnya 9,9 juta orang dengan capaian 110 persen dari target 8,94 juta.

Menyikapi kemajuan penanganan Corona di wilayahnya, Anies tidak ingin sesumbar. Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini justru memerintahkan pada seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk waspada dan tidak abai menegakkan protokol kesehatan.

Baca Juga :
Anies Baswedan Umumkan PSBL di 65 Titik RW di Jakarta

Anies juga mendorong peningkatan program vaksinasi di Ibu Kota. Meskipun capaian vaksinasi di Jakarta tergolong tinggi, Anies mengaku tidak mau berpuas diri. Kata dia, Jakarta harus bisa melakukan vaksinasi di atas 118 persen.

Sasaran penyuntikan vaksin di daerahnya bukan hanya penduduk ber-KTP DKI. Karena masih ada sekitar 2,7 juta warga berdomisli di daerahnya yang juga harus divaksin. Sehingga kami akan menggencarkan vaksinasi ini di Jakarta dengan keterlibatan berbagai unsur, ungkap Anies.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, pencapaian itu juga sekaligus peringatan agar tidak lengah dan tetap menerapkan prokes. Kita pasti akan kembali ke zona merah, jika kita tidak disiplin dan jangan sampai menjadi pemicu naiknya kasus kembali, kata Riza dikutip dari Instagram pribadinya @arizapatria , Senin (6/9).

Karenanya, dia meminta warganya untuk tetap berada di rumah. Karena rumah merupakan tempat terbaik dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga.

Sekalipun penurunan sudah cukup baik, kami minta masyarakat tetap berada di rumah, terang Riza.

Status Jakarta yang nihil zona merah mendapatkan pujian dari berbagai kalangan. Wakil Ketua DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi mengaku bangga atas capaian Jakarta saat ini. Namun, dia meminta agar warga Jakarta untuk tidak merayakan euforia berlebihan terkait capaian yang baik ini.

Tapi harus tetap tenang karena masyarakat harus tetap diarahkan dan diayomi. Peluang-peluang ekonomi juga harus segera dipulihkan, diberikan stimulus dan kemudahan, tutur politisi PKS itu kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Politisi partai NasDem Bestari Barus menilai, proses untuk memperoleh zero zona merah tidak instan. Apalagi Jakarta adalah kota tersibuk di Indonesia. Setiap harinya banyak masyarakat hilir mudik menggantungkan nasib di Ibu Kota.

Ini tentu menjadi tantangan yang cukup berat dalam menangani dan memutus rantai penyebaran, cetus Bestari kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Menurutnya, kerja keras Anies sebagai leader di Jakarta, mampu memaksimalkan penanganan pandemi dengan melibatkan berbagai kalangan. Termasuk ikut memberdayakan masyarakat hingga ke tingkat RT. [UMM]

Baca Juga :
Anies Bilang Kondisi Ibu Kota Mengkhawatirkan, Ini Daftar 39 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

Original Source

Topik Menarik