Loading...
Loading…
PPKM Level 2, Taman Kota sampai Kebun Binatang Surabaya Bersiap Buka

PPKM Level 2, Taman Kota sampai Kebun Binatang Surabaya Bersiap Buka

Nasional | jawapos | Senin, 06 September 2021 - 14:11

JawaPos.com Tidak lama lagi warga bisa kembali beraktivitas di sejumlah fasilitas umum (fasum). Pemerintah kota (pemkot) bakal membuka ruang publik dengan pembatasan dan pengawasan yang ketat. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas kondisi persebaran Covid-19 di Kota Pahlawan yang kian membaik.

Sabtu (4/9) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali mengumumkan beberapa daerah yang turun level. Surabaya salah satunya. Dari level 3 menjadi level 2. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Febria Rachmanita menjelaskan, positivity rate menjadi salah satu faktor pendukung turunnya level persebaran Covid-19 di Surabaya. Dari perhitungan dinkes, persentasenya berkisar 2,77 persen.

Data lain yang menjadi acuan adalah bed occupancy ratio (BOR). Tingkat keterisian rumah sakit jauh berkurang. Saat ini BOR mencapai 18,16 persen. Kasus terkonfirmasi pun membaik. Dari 100 ribu penduduk, persentasenya 35,29 persen. Ya, Surabaya sudah PPKM level 2, ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (5/9).

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, penurunan level itu dicapai berkat percepatan vaksinasi. Sebanyak 89,03 persen warga sudah mendapatkan suntik vaksin pertama. Yang telah mendapatkan dosis kedua berkisar 60,49 persen.

Selain itu, tracing terus diperkuat. Suami Rini Indriyani tersebut menuturkan, seluruh pegawai pemkot dilibatkan. Mereka ditargetkan menemukan kontak erat setiap hari. Uji usap juga terus dilakukan. Warga bisa menghubungi layanan 112. Petugas bakal berkunjung ke rumah. Ketika hasilnya positif, yang bersangkutan langsung dirujuk ke rumah sakit.

Target penurunan level itu jauh lebih cepat dari waktu yang ditargetkan. Sebelumnya, pemkot memprediksi pekan depan Surabaya baru turun level menjadi level 2. Alhamdulillah, dengan gotong royong Surabaya terus membaik dan sekarang sudah level 2, kata alumnus ITS itu.

Melihat kondisi Surabaya yang terus membaik, saat ini pemkot merancang pembukaan fasum. Mulai taman, hutan kota, hingga tempat wisata. Misalnya, Kebun Raya Mangrove Surabaya. Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) sedang mempersiapkan standard operating procedure (SOP). Insya Allah, Sabtu pekan depan sudah buka, kata Kepala DKPP Yuniarto Herlambang.

Humas KBS Agus Supangat menjelaskan, Kebun Binatang Surabaya (KBS) juga bersiap buka kembali. Seluruh karyawan sudah divaksin. Sterilisasi tempat juga dilakukan setiap hari. SOP sudah disiapkan jauh-jauh hari. Jadi, kalau sudah boleh beroperasi, kita siap, katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya Arief Fathoni mengapresiasi kinerja wali kota yang mampu membawa Surabaya turun level menjadi level 2. Capaian itu tentu harus diikuti oleh regulasi yang mendukung semua aspek kehidupan bermasyarakat, ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya itu menilai kelonggaran kebijakan yang diberikan harus tepat dan terukur. Sebab, dunia usaha sangat penting untuk menggerakkan kembali perekonomian daerah. Ekonomi tidak akan jalan ketika sektor usaha berhenti. Dua hal itu memiliki keterkaitan dalam segala aspek.

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Surabaya Mahfudz menilai, pemkot terlalu pasif menyikapi instruksi menteri dalam negeri (inmendagri) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sebab, isi setiap peraturan wali kota (perwali) yang dikeluarkan tidak berbeda dengan isi dari instruksi Mendagri dari pusat. Lalu, untuk apa otonomi daerah? ucapnya.

Karena itu, sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya tersebut meminta agar pemkot lebih jernih dalam melihat situasi dan kondisi hari ini. Saat ini banyak pelaku usaha yang gulung tikar. Para pelaku UMKM tidak bisa berjualan lagi. Pemkot harus hadir memberikan intervensi kebijakan, jelasnya.

MEMBAIK DARI HARI KE HARI

Dari data Kemenkes, Surabaya sudah turun level menjadi level 2.

BOR di rumah sakit 18,16 persen.

Positivity rate 2,77 persen.

Capaian itu lebih cepat dari target pemkot.

Faktor pemicunya adalah percepatan vaksinasi, 3T, serta blocking wilayah ketika ada yang terpapar Covid-19.

Setelah penurunan level, pemkot merancang pembukaan sejumlah fasilitas. Misalnya, taman, hutan kota, serta tempat wisata.

Original Source

Topik Menarik