Loading...
Loading…
Kunker Ke Negeri Sakura BKS Lobi Jepang Kebut Proyek MRT

Kunker Ke Negeri Sakura BKS Lobi Jepang Kebut Proyek MRT

Nasional | rm.id | Senin, 06 September 2021 - 08:30

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jepang. BKS-sapaan akrabnya tiba di Negeri Sakura, Minggu (5/9). Rencananya, BKS akan melakukan kunker selama tiga hari.

Dijadwalkan, BKS- akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak. Di antaranya, Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (Minister of Land, Infrastructure, Transportation, and Tourism) Akaba Kazuyoshi. Kemudian, mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, dari pihak lembaga keuangan Jepang yaitu Chief Executive Officer (CEO) Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Tadashi Maeda.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura ll ini memastikan akan membahas sejumlah proyek pembangunan infrastuktur yang dikerjasamakan kedua negara. Dia ingin proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Seperti Pembangunan MRT Fase 2, KA Makassar- Parepare, Pelabuhan Patimban, dan Proving Ground BPLJSKB (Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor) Bekasi.

Selain itu, dipastikan juga, BKS akan melakukan pertemuan Government to Government (G to G) dengan Pemerintah Jepang.

Sehingga itu akan lebih memuluskan dan mempercepat kerja sama Government to Business (G to B) maupun Business to Business (B to B), dalam empat proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang dikerjasamakan oleh kedua negara, kata BKS dalam keterangan resminya, kemarin.

Dia menuturkan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pertemuan dengan Jepang ini, untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur nasional, termasuk transportasi.

Kami menginginkan proyek kerja sama kedua negara ini dapat terus dipercepat dan berjalan sesuai dengan rencana, ujarnya.

Menhub berharap, Pemerintah Jepang mendorong perusahaan dan konsorsiumnya untuk berpartisipasi dalam proyek di Indonesia.

Menhub menuturkan, proyek MRT (Mass Rapid Transit) Fase 2, saat ini masih menghadapi permasalahan pada harga penawaran yang terlalu tinggi dari kontraktor Jepang. Untuk itu, dia meminta pihak Jepang untuk melakukan penyesuaian harga dengan nilai yang adil dan wajar agar pembangunan fisik segera dapat dilanjutkan.

Untuk proyek Pelabuhan Patimban, lanjutnya, pihaknya akan mendorong Pemerintah Jepang ikut mempercepat pembentukan konsorsium Jepang- Indonesia untuk pengoperasian Car Terminal, dan Container Terminal di Pelabuhan Patimban. Yaitu, antara PT Pelabuhan Patimban Internasional dan Toyota Tsusho Corporation yang saat ini masih dalam proses negosiasi.

Saya juga akan secara khusus mengupayakan kenaikan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) Indonesia pada proyek Pelabuhan Patimban yang dikerjasamakan dengan Jepang, pungkasnya. [KPJ]

Original Source

Topik Menarik