Divonis 7 Tahun Penjara, Eks Pejabat Kemensos Girang JC Diterima

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 17:13
Divonis 7 Tahun Penjara, Eks Pejabat Kemensos Girang JC Diterima

Mantan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono mengucap syukur, meski divonis 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 350 juta subsider 6 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ucapan syukur itu dilontarkannya karena permohonannya sebagai justice collaborator (JC) atau pihak yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum diterima majelis hakim.

"Alhamdulillah JC sudah diterima, yang lain nanti kita pikirkan," ujar Adi usai menjalani sidang pembacaan vonis di Gedung Merah Putih KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/9).

Meski permohonan JC diterima oleh majelis hakim, Adi mengaku masih akan memikirkan hukuman 7 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim. Hakim memberikan waktu 7 hari untuk menyikapi vonis tersebut.

"Kalau JC diterima, Alhamdulillah, tapi hukumannya saya kira ya, ya nanti kita pikirkan dengan pengacara," ucapnya.

Mantan anak buah Juliari Batubara ini pun mengklaim, sudah membuka fakta hukum terkait kasus suap bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Semuanya sudah di persidangan kok, silakan Jaksa untuk mengembangkan sendiri," tandas Adi.

Vonis terhadap Adi Wahyono sama seperti tuntutan JPU KPK. Adi Wahyono oleh Jaksa KPK dituntut hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 350 juta subsider 6 bulan kurungan.

Adi bersama mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso bersama-sama dan eks Mensos Juliari Batubara menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar.

Puluhan miliar uang suap untuk Juliari Batubara berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Di antaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude hingga PT Tigapilar Agro Utama.

Juliari dinilai memotong Rp 10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos. Adapun rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke, senilai Rp 1,28 miliar.

Kemudian dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp 1,95 miliar, serta sebesar Rp 29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya. [OKT]

Artikel Asli