Soal Pengadaan Multivitamin DPR Netizen: Kalau Anggarannya 2 M, Sepertinya Bukan Untuk Rakyat

Nasional | rm.id | Published at Rabu, 01 September 2021 - 16:45
Soal Pengadaan Multivitamin DPR Netizen: Kalau Anggarannya 2 M, Sepertinya Bukan Untuk Rakyat

Netizen riuh menyikapi DPR, yang menganggarkan dana Rp 2 miliar untuk pengadaan multivitamin melalui Satuan Kerja Sekretariat Jenderal, dalam Tahun Anggaran 2021.

"Multivitamin kalau anggarannya 2 M, sepertinya bukan untuk rakyat. Tapi untuk mereka sendiri. Hey itu uang rakyat. Pergunakanlah untuk kepentingan rakyat. Kalian sudah digaji dan difasilitasi oleh rakyat. Tapi apa yg sudah kalian beri untuk rakyat?" tulis @dingodil, Rabu (1/9).

Sementara, @DediSur34022821 mencuit, "Positif ..mungkin buat rakyatnya Bismillah staf khusus DPR".

Sedangkan @GodSaveIndo mengaku tak habis pikir dengan pengadaan multivitamin tersebut. "Yah elah beli multivitamin pake duit gaji masing-masing aja kali. Tiap orang kan preferensi dan kebutuhan beda2, kok disamaratakan dari satu sumber pengadaan? Akal2an negeri Wakanda Tenggara".

Sementara Sekjen DPR Indra Iskandar belum memberikan jawaban terkait hal tersebut.

Sedangkan Wakil Ketua DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengaku akan mengecek informasi tersebut. "Saya cek dulu ya," ujar politisi Partai Golkar itu kepada RM . id , Rabu (1/9).

Data pengadaan multivitamin itu, bisa dilihat di dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR.

Di situ, tertera tender pengadaan multivitamin dengan pagu paket Rp 2.096.080.000, dengan kode tender 685087 dan kode Rencana Umum Pengadaan (RUP) 29787218.

Saat ini, proses tender yang dimulai 16 Juli 2021 tersebut sudah selesai, dengan nilai HPS paket Rp 2.074.950.955.

Tender yang diikuti 18 peserta itu, kini sudah selesai dan dimenangkan PT Chemipharma Julien Djonelida dengan harga terkoreksi Rp 1.733.655.000.

Selain pengadaan multivitamin, ada juga pengadaan perangkat penunjang kesehatan dengan pagu anggaran Rp 5.492.719.525, yang anggarannya juga bersumber dari APBN 2021.

Tender yang masih berada dalam tahap pengumuman pasca kualifikasi itu, diikuti 21 peserta. [ SAR ]

Artikel Asli