Laka Laut di Pantai Ngalur Tulungagung, Berikut Identitas 5 Nelayan

Nasional | jatimtimes.com | Published at Rabu, 01 September 2021 - 14:52
Laka Laut di Pantai Ngalur Tulungagung, Berikut Identitas 5 Nelayan

JATIMTIMES - Korban kapal nelayan pecah di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung masih dalam pencarian. Sebelum tim dari Basarnas tiba di lokasi, nelayan setempat melakukan pencarian dengan alat seadanya di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya, polisi menyampaikan identitas kelima nelayan baik yang hilang atau selamat.

Berikut nama-nama nelayan yang semuanya berasal dari satu desa yakni Buwunmas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Nelayan selamat adalah,

KORBAN :
1. Junaidi Bin Dempet
Umur : 40 th
Agama : Islam
Alamat : desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat

2. Ahmad bin Arif
Umur : 26 th
Agama : Islam
Alamat : desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat

3. Ahmad Jaelani bin Muhnib
Umur : 26 tahun lahir 2 pebruari 1995
Agama : Islam
Alamat : desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat

Dua orang nelayan atau korban hilang,

4. Alfab Azis
Umur : 25 th
Agama : Islam
Alamat : desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat

5. Marwin
Umur :24 th
Agama : Islam
Alamat : desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.

Dari hasil keterangan sebelumnya, lima orang nelayan yang berangkat mencari ikan dari Pantai Damas, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek mengalami kecelakaan laut di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Kecelakaan laut ini, mengakibatkan dua di antara lima penumpang perahu tempel hilang di tengah laut.

Kapolsek Tanggunggunung, Iptu Kasianto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu. Menurut keterangan Iptu Kasianto, para nelayan yang jumlahnya 5 orang ini berangkat dari Pantai Damas, Watulimo pada Selasa tanggal 31 Agustus 2021, kemarin.

"Berangkat dari pantai Damas sekira pukul 17.00 wib, lima orang menggunakan perahu tempel berangkat ke arah timur," kata Kapolsek, Iptu Kasianto, Rabu (01/09/2021).

Sampai di pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung atau tepatnya di lokasi yang bernama" watu pecah" sekitar jam 19.00 wib.

"Para nelayan ini melakukan persiapan 30 menit, selanjutnya melakukan penyelaman," ujarnya.

Dari data yang diperoleh pihak kepolisian, dari lima nelayan ini yang pertama kali menyelam bernama Junaidi (40) dan Ahmad (26) keduanya tercatat beralamat di desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat.

"Tiga nelayan lain tetap berada di atas kapal," imbuhnya.

Tiga orang yang dimaksud adalah Ahmad Jelani (26) Alfab Azis (25) dan Marwin (24) yang merupakan satu kampung di Lombok Barat dan kos dirumah Joko dipantai Damas, Watulimo.

Sekitar pukul 23.00 wib, kapal yang tinggal ditumpangi 3 nelayan itu pecah karena dihantam ombak.

"Kelima orang nelayan itu kemudian berenang ke tepi pantai untuk menyelamatkan diri. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk berenang sampai di pantai," jelasnya.

Sesampai di pantai, tiga nelayan terkejut karena dua temannya yang lain yakni Albab Azis dan Marwin tidak kunjung menepi dan diduga terseret ombak atau hilang di laut.

"Dua orang nelayan diduga hilang tenggelam, selanjutnya baru pagi hari mencari pertolongan ke warga sekitar," ungkapnya.

Mendapat laporan ini, Kapolsek Tanggunggunung beserta jajaran langsung sigap melalukan koordinasi dengan Polres dan Basarnas untuk melakukan pencarian.

Artikel Asli