Dulu Ada Kawanan Gajah di Hutan Lesten, tapi Kini Hanya Tersisa Dua Ekor

Nasional | acehsatu.com | Published at Rabu, 01 September 2021 - 02:54
Dulu Ada Kawanan Gajah di Hutan Lesten, tapi Kini Hanya Tersisa Dua Ekor

ACEHSATU.COM -- Kamis siang 26 Agustus 2021, saya bersama dua teman berangkat dari ibu kota Kecamatan Pining menuju pedalaman Gayo Lues di Desa Lesten.

Jarum jam menunjukkan pukul 12.WIB, saat kami mulai menaiki sepeda motor melewati jalan menanjak dan berliku serta sebagian masih belum tersentuh aspal.

Jarak Pining Lesten sebenarnya hanya berjarak 18 Km. Namun karena sulitnya akses jalan, kami bersama rombongan baru tiba di Desa Lesten pukul 14.30.

Kemudian setelah itu, kami bertolak menuju Sungai Lesten.

Bersama dua teman saya Akin dan Sabri, kami menelusuri sungai dan baru sampai di lokasi tujuan pada pukul 16.00 WIB.

Lokasi itu sangat cocok untuk berkemah.

Kami memang menyiapkan untuk berkemah malam ini.

Di Lokasi itu, masyarakat setempat menyebutnya Berawang Cahya.

Gajah di Hutan Lesten
Pemandangan sungai Lesten di sore hari. Foto Ismail Baihaqi/ACEHSATU.COM

Setiba di lokasi itu, kami membuat gubuk manual mulai dari membersihkan tempat.

Mencari kayu dan segala persiapan untuk kami bermalam. Namun tiba tiba ada pemandangan yang langka terjadi saat melihat di pinggir sungai.

Sekitar 100 meter dari arah kami dua ekor gajah berjenis kelamin jantan dan anaknya hendak menyeberang sungai.

Rupanya pertama kami melihat kaget dan berteriak ada gajah.

Gajah tersebut dengan instingnya mendengar dan menoleh ke arah kami.

Uniknya, saat meliha kami, langsung melindungi anaknya yang jantan dari pandangan kami.

Induknya berjalan di samping sebelah kanan sehingga menghalangi pandangan kami hingga selesai menyeberang di seberang sungai.

Setelah itu hilang di balik semak belukar.

Takut bercampur senang perasaan kami waktu itu dan tontonan kami di sore itu. Pemandangan itu sekitar 2 menit saat keduanya menyeberang Sungai Lesten yang panjangnya 80 meter.

Rencana kami akhirnya untuk memancing dan menjala ikan gagal tota. Karena di malam harinya hujan turun sangat lebat dan debit air sungai pun meninggi.

Kami terpaksa menetap di tenda sampai pagi.

Cerita tentang gajah itu juga diungkapkan Hasan, warga setempat.

Kedua ekor gajah tersebut sering berjumpa masyarakat di kawasan Hutan Lesten salah satunya seperti yang dikisahkan Hasan (42).

Ia juga pernah berjumpa dengan gajah tersebut hanya berjarak dekat sekitar puluhan meter dan gajah tersebut kemudian pergi.

Lesten merupakan tempat salah satu Koridor Gajah yang ada di Kabupaten Gayo Lues. Namun di kawasan Lesen tidak pernah ada terjadi konflik dengan manusia.

Kawanan gajah di Lesten sebelumnya berjumlah sekitar 15 ekor, namun dalam kurun 5 tahun terakhir hanya terlihat 2 ekor, induk dan anaknya.

Yang lain hilang tak kemana, entah itu di bunuh atau memang berpindah tempat. Semoga Pemerintahan melalui BKSA bisa melindungi hewan supaya keberlansungan hewan tersebut terjaga dari ulah manusia yang tak bertanggung jawab, sebut Hasan. (*)

Artikel Asli