Perahu Pecah di Pantai Ngalur Tulungagung, Dua dari Lima Nelayan Hilang di Laut

Nasional | jatimtimes.com | Published at Rabu, 01 September 2021 - 13:56
Perahu Pecah di Pantai Ngalur Tulungagung, Dua dari Lima Nelayan Hilang di Laut

JATIMTIMES - Lima orang nelayan yang berangkat mencari ikan dari Pantai Damas, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, mengalami kecelakaan laut di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung. Kecelakaan laut ini mengakibatkan dua di antara lima penumpang perahu tempel hilang di tengah laut.

Kapolsek Tanggunggunung Iptu Kasianto saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang terjadi di wilayahnya itu. Menurut keterangan Iptu Kasianto, para nelayan yang jumlahnya 5 orang ini berangkat dari Pantai Damas, Watulimo, pada Selasa tanggal 31 Agustus 2021, kemarin.

"Berangkat dari Pantai Damas sekitar pukul 17.00 WIB. Lima orang menggunakan perahu tempel berangkat ke arah timur," kata Kapolsek Iptu Kasianto, Rabu (01/09/2021).

Mereka sampai di Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, atau tepatnya di lokasi yang bernama" watu pecah" sekitar pukul 19.00 WIB. "Para nelayan ini melakukan persiapan 30 menit, selanjutnya melakukan penyelaman," ujarnya.

Dari data yang diperoleh pihak kepolisian, dari lima nelayan, yang pertama menyelam bernama Junaidi (40) dan Ahmad (26). Keduanya tercatat beralamat di Desa Buwunmas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. "Tiga nelayan lain tetap berada di atas kapal," imbuh Kasianto.

Tiga orang yang dimaksud adalah Ahmad Jelani (26) Alfab Azis (25) dan Marwin (24) yang merupakan satu kampung di Lombok Barat dan kos di rumah Joko di Pantai Damas, Watulimo.

Sekitar pukul 23.00 WIB, kapal yang tinggal ditumpangi 3 nelayan itu pecah karena dihantam ombak. "Kelima orang nelayan itu kemudian berenang ke tepi pantai untuk menyelamatkan diri. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk berenang sampai di pantai," ungkap Kasianto.

Sesampai di pantai, tiga nelayan terkejut karena dua temannya yang lain, yakni Albab Azis dan Marwin, tidak kunjung menepi dan diduga terseret ombak atau hilang di laut.

"Dua orang nelayan diduga hilang tenggelam. Selanjutnya baru pagi hari mencari pertolongan ke warga sekitar," katanya.

Mendapat laporan ini, kapolsek Tanggunggunung beserta jajaran langsung sigap melalukan koordinasi dengan Polres Tulungagung dan Basarnas yang bermarkas di Trenggalek.

Sambil menunggu evakuasi dilakukan, para nelayan lokal terjun ke laut untuk mencari keberadaan dua orang yang hilang dan hingga kini belum ditemukan tersebut.

Artikel Asli