Satpol PP Surabaya Janji Tuntaskan Kasus ’’Jamuan Kerabat’’

Nasional | jawapos | Published at Rabu, 01 September 2021 - 13:59
Satpol PP Surabaya Janji Tuntaskan Kasus ’’Jamuan Kerabat’’

J awaPos .com Kasus jamuan kerabat oknum Satpol PP yang nekat membuka room karaoke di Kawasan Gembong di masa PPKM, menjadi atensi serius Pemkot Surabaya. Mereka berjanji untuk menuntaskan kasus yang menjadi sorotan publik tersebut. Termasuk insiden pemukulan yang menjadi rentetannya.

Kepala Satpol PP Pemkot Surabaya Eddy Christijanto menuturkan, pihaknya menaruh perhatian pada dua kejadian itu. Sejak kasus tersebut merebak, pihaknya cepat bergerak. Satpol PP membentuk Petugas Tindak Internal (PTI). Fungsinya mengorek bukti serta melakukan pemeriksaan hingga persoalan kelar. Mereka bekerja maraton. Dia menargetkan kasus pembukaan karaoke yang termasuk rekreasi hiburan umum (RHU) dan pemukulan tersebut tuntas dalam pekan ini.

Pada PPKM level 3, RHU tidak boleh buka. Kami setiap hari melakukan pengawasan dengan TNI, Polri, serta satgas, tegas Eddy, Selasa (31/8).

Tim pemeriksa sudah memintai keterangan saksi, korban, serta pemilik karaoke. Anggota satpol PP pun tak tidak luput dari pemeriksaan. Menurut Eddy, pihaknya sudah bertemu dengan korban pemukulan. Setelah berdialog panjang, kasus itu tuntas lewat mediasi. Diselesaikan secara kekeluargaan. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, terangnya.

Tahapan selanjutnya, PTI akan melakukan koordinasi dengan sejumlah OPD. Yaitu, inspektorat, BKD, serta bagian hukum. Tujuannya, menentukan kesimpulan hasil pemeriksaan. Pertemuan tersebut juga bertujuan menentukan hukuman atas pelanggaran yang diperbuat. Aturan itu tertuang dalam PP No 53/2010 yang mengatur disiplin PNS. Ada tiga jenis pelanggaran, yaitu ringan, sedang, atau berat. Sekaligus kami menentukan hukuman apa yang diterima petugas tersebut, tegasnya.

Eddy menegaskan, minggu ini laporan hasil pemeriksaan (LHP) tuntas. Pasalnya, kasus tersebut sudah menjadi atensi publik. LHP itu diserahkan kepada wali kota. Pemimpin kota tersebut akan melakukan telaah. Ketika pemeriksaan itu dirasa belum tepat, orang nomor satu di jajaran pemkot tersebut bisa membentuk tim lagi. Pemeriksaan berlanjut.

Selama pemeriksaan, anggota satpol PP yang terlibat masalah itu tetap bertugas. Namun, mereka dibebastugaskan dalam kegiatan di lapangan. Kami tarik di sekretariat, paparnya.

Eddy mengakui, insiden tersebut menjadi perhatian publik. Ke depan satpol PP merancang upaya sebagai antisipasi agar kejadian pembukaan room karaoke dan pemukulan itu tidak terulang lagi. Ibarat sapu, jika sapu kotor ketika membersihkan lantai malah jadi kotor, ucapnya.

Cara lain adalah dengan membentuk PTI. Tim tersebut turun ketika satpol PP bertugas. Mendampingi dan mengawasi petugas di lapangan, tuturnya.

Sebelumnya diberitakan pada Rabu (25/8), Komisi A DPRD Surabaya tiba-tiba memanggil Satpol PP Surabaya. Sebab, pada dini hari itu ada kasus pemukulan oleh seorang anggota satpol PP berinisial W. Dari rapat dengar pendapat tersebut, terkuak perkara yang lebih mencengangkan. Ada pejabat Satpol PP Surabaya yang membuka room karaoke saat berlangsungnya PPKM. Padahal, RHU belum boleh buka.

Artikel Asli