Gelapkan Mobil dengan Modus Tukar Sawah, Warga Banyuwangi Diamankan Polisi Jember

Nasional | jatimtimes.com | Published at Rabu, 01 September 2021 - 13:13
Gelapkan Mobil dengan Modus Tukar Sawah, Warga Banyuwangi Diamankan Polisi Jember

JATIMTIMES - Trimo Susanto (53), warga Dusun Dadapan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, yang tinggal di Wuluhan, Jember, harus merasakan jeruji besi Polsek Puger. Itu karena Juamar, warga Puger, Jember, melaporkan Trimo atas kasus penggelapan mobil Chevrolet nopol Dk1547 FAH keluaran tahun 2010.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, kejadian ini bermula saat pelaku melakukan transaksi jual beli mobil korban pada 9 Juni lalu. Dalam transaksi tersebut, pelaku menawarkan sebidang sawah untuk ditukar dengan mobil milik korban.

Namun rupanya sawah yang ditawarkan oleh Trimo fiktif. Sedangkan mobil korban oleh pelaku sudah dipindahtangankan dengan digadaikan ke orang lain. Akibat ulah pelaku, Juamar mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta.

"Korban melaporkan kasus penggelapan mobil ini pada akhir Agustus lalu. Setelah kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan beberapa barang bukti, di antaranya surat perjanjian dan BPKB milik korban, akhirnya pelaku kami tetapkan sebagai tersangka dan kami amankan minggu kemarin," ujar Kapolsek Puger AKP Ribut Budiyono.

Sementara Juamar selaku korban penggelapan kepada wartawan mengatakan, dirinya saat itu dibujuk rayu oleh pelaku untuk membeli sawah yang diakui milik pelaku dengan ditukar mobil. Juamar, yang memang membutuhkan lahan sawah, akhirnya setuju dengan perjanjian yang disepakati bersama.

"Saat itu pelaku menawarkan sawahnya untuk ditukar dengan mobil. Kami pun sepakat dan mobil saya berikan lebih dulu. Namun BPKB masih di saya. Setelah saya tanyakan sawah yang dijanjikan, pelaku selalu berbelit. Kemudian saya cek. Ternyata sawah yang diklaim milik pelaku adalah sawah orang lain," ujar Juamar.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana dan/atau Pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

Artikel Asli